KABUPATEN SOLOK

Wabup Solok dan Sekda Sumbar Turun Langsung, Cek Penanganan Banjir dan Galodo

2
×

Wabup Solok dan Sekda Sumbar Turun Langsung, Cek Penanganan Banjir dan Galodo

Sebarkan artikel ini
Wabup Solok mendampingi Sekdaprov Sumbar meninjau lokasi terdampak banjir di Paninggahan. (Foto: Diskominfo Kabupaten Solok)

AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Wakil Bupati Solok, Candra bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir dan galodo di Kabupaten Solok, Kamis (15/01/2026).

Peninjauan dilakukan di Nagari Saniangbaka dan Banda Tangah, perbatasan antara Nagari Muaro Pingai dan Paninggahan, yang sebelumnya dilanda banjir akibat tingginya curah hujan dan tersumbatnya aliran sungai.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Candra menjelaskan bahwa pemasangan batu bronjong di beberapa titik sungai terbukti menahan laju banjir dan galodo. Namun, ia menyoroti masih adanya polongan air tersumbat material kayu, yang berpotensi merusak badan jalan.

Baca Juga  Terendam Banjir, 810 Hektare Sawah di Pariaman Gagal Panen

“Material banjir di lokasi ini bahkan setinggi badan jalan saat banjir terjadi. Kami berharap ada solusi terkait kayu-kayu besar yang menghambat polongan air, karena jika aliran air tidak lancar, dampaknya dapat merusak jalan,” jelas Wabup Candra.

Ia menambahkan, peninjauan ini bagian dari upaya pemerintah daerah bersama Pemprov Sumbar untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan baik. “Alhamdulillah, beberapa sungai sudah dinormalisasi dan batu bronjong telah dipasang. Ini langkah awal untuk mengurangi risiko banjir ke depan,” katanya.

Sekda Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menyampaikan bahwa salah satu penyebab utama banjir di lokasi tersebut adalah tersumbatnya polongan air di bawah badan jalan.

Baca Juga  Festival 5 Danau Jadi Andalan Wisata Sumbar, Gubernur Targetkan Event Bertaraf Internasional

“Air naik ke badan jalan karena polongan tersumbat. Hari ini tim PUPR turun ke lokasi untuk membersihkan sumbatan berupa batang pohon kelapa, agar aliran air kembali normal dan akses jalan masyarakat terjaga,” ujarnya.

Selain itu, Wakil Bupati Candra menekankan fokus pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana. Bersama Kepala Dinas Pertanian Provinsi, pemerintah melakukan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah seluas 1.247 hektare di Kabupaten Solok.

“InsyaaAllah rehabilitasi akan segera dilaksanakan, sehingga sektor pertanian masyarakat dapat pulih kembali,” pungkas Wabup Candra. (rdr)