AGAM

Ahli Waris Korban Bencana Agam Dapat Santunan Rp15 Juta Plus Paket Sembako

2
×

Ahli Waris Korban Bencana Agam Dapat Santunan Rp15 Juta Plus Paket Sembako

Sebarkan artikel ini
Korban meninggal dunia dampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Dok ANTARA/Yusrizal

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan santunan uang duka sebesar Rp2,92 miliar untuk 195 ahli waris korban meninggal akibat banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, Ketua Kelompok Kerja Pemulihan Kementerian Sosial RI Hijrah Manfaluty, dan pejabat terkait di Aula Kantor Bupati, Kamis (15/1/2026).

“Hari ini Kementerian menyalurkan santunan Rp2,92 miliar untuk 195 korban bencana. Setiap ahli waris menerima Rp15 juta beserta paket bahan kebutuhan pokok,” kata Hijrah Manfaluty.

Baca Juga  Pemkab Agam Inventarisasi dan Bina Koperasi tak Aktif

Dari total 195 ahli waris, 123 orang telah ditetapkan oleh Bupati Agam sebagai penerima. Sementara tujuh korban lainnya penyalurannya ditunda karena data ahli waris sebelumnya tidak sesuai dengan ketentuan.

Santunan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban sekaligus menjadi stimulus untuk kebutuhan sehari-hari dan usaha.

Sebelumnya, Kementerian Sosial juga menyalurkan beras, bahan pokok, dan membuka 10 dapur umum untuk membantu 31 ribu kepala keluarga terdampak bencana di Agam.

Baca Juga  Perantau Minang jadi Korban Penembakan di Papua, Andre Rosiade: IKM Bantu Terbangkan Jenazah ke Padang

Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi, menjelaskan para penerima santunan tersebar di Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Palupuh, Lubuk Basung, Ampek Nagari, Malalak, dan Matur.

Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menyampaikan terima kasih atas perhatian Kementerian Sosial dan berharap uang santunan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia menambahkan, ketika bencana terjadi, seluruh instansi pemerintah, relawan, dan masyarakat bersinergi untuk membantu korban, dan bantuan pun berdatangan dari berbagai daerah dan lembaga. (rdr/ant)