ACEH, RADARSUMBAR.COM – Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, bersama TNI, Polri, dan masyarakat mengevakuasi potongan tubuh Ibnu Hajar (64), warga Desa Krueng Seumayam, Kecamatan Darul Makmur, yang diduga menjadi korban serangan Harimau Sumatera di kawasan hutan desa setempat.
“Bagian tubuh korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarga,” kata Kepala BPBD Kabupaten Nagan Raya Irfanda Rinaldi kepada ANTARA, Kamis (15/1/2026).
Irfanda menjelaskan, korban sebelumnya pamit kepada rekannya untuk mengantar bahan bakar minyak (BBM) bagi mesin chainsaw serta membawa sejumlah perlengkapan ke dalam hutan di Desa Krueng Seumayam pada Minggu (4/1/2026).
Namun hingga Senin (12/1/2026), Ibnu Hajar tidak kunjung kembali. Kondisi tersebut membuat keluarga dan rekan korban khawatir sehingga dilakukan pencarian ke dalam kawasan hutan.
Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat kemudian menyusuri jalan setapak di dalam hutan untuk mencari korban. Dalam pencarian tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban.
Selain itu, tim gabungan juga menemukan beberapa potongan tubuh manusia yang diduga kuat merupakan bagian tubuh Ibnu Hajar. Potongan tubuh tersebut kemudian dikumpulkan oleh petugas bersama pihak keluarga.
“Pihak keluarga meyakini potongan tubuh tersebut adalah milik korban,” ujar Irfanda.
Upaya pencarian pun dilanjutkan hingga akhirnya tim gabungan dan keluarga kembali menemukan bagian tubuh korban dalam kondisi mengenaskan. Seluruh bagian tubuh yang ditemukan kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah korban untuk dikebumikan secara layak.
Namun, Irfanda mengatakan pencarian lanjutan terhadap sisa bagian tubuh korban tidak dapat diteruskan karena kondisi yang sangat berisiko.
“Jika pencarian dilanjutkan, risikonya sangat tinggi karena harimau masih berkeliaran di sekitar lokasi kejadian,” katanya.
Ia menambahkan, saat proses pencarian, tim gabungan dan warga sempat melihat seekor Harimau Sumatera di sekitar lokasi temuan, sehingga pencarian terpaksa dihentikan demi keselamatan petugas dan masyarakat. (rdr/ant)





