KABUPATEN SOLOK

550 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Kabupaten Solok Segera Direhabilitasi

3
×

550 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Kabupaten Solok Segera Direhabilitasi

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Solok memimpin rapat persiapan groundbreaking rehab lahan sawah terdampak bencana. (Foto: Diskominfo Kabupaten Solok)

AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Solok menggelar Rapat Persiapan Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Selasa (13/1/2026).

Rapat dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi dan dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementerian Pertanian RI Dr. Tedy Dirhamsyah, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Prof. I Gusti Made Subiksa, jajaran Polbangtan Malang, unsur Forkopimda, serta OPD terkait di lingkungan Pemkab Solok.

Mewakili Bupati Solok, Wakil Bupati H. Candra menyampaikan bahwa groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana akan dilaksanakan pada Kamis (15/1/2026) dan direncanakan dibuka langsung oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.

Wabup Candra menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi sebanyak tiga kali. Melalui koordinasi intensif hingga tingkat kecamatan dan nagari, masyarakat di wilayah rawan bencana, khususnya di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS), berhasil dievakuasi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun orang hilang.

Baca Juga  Tiru Padang, Aksi Tawuran Sudah Masuk ke Kabupaten Solok

“Saat ini Pemkab Solok telah memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Kabupaten Solok bahkan dinilai sebagai salah satu yang terbaik secara nasional dan direkomendasikan BNPB sebagai rujukan bagi daerah terdampak lainnya,” ujar Wabup.

Sebanyak 550 hektare lahan sawah ditetapkan sebagai sasaran pemulihan dan akan segera direhabilitasi. Wabup Candra berharap kegiatan groundbreaking ini menjadi momentum penting dalam mempercepat pemulihan ketahanan pangan daerah, serta dihadiri kabupaten dan kota terdampak di Sumatera Barat.

Sementara itu, Kepala Puslatan Kementerian Pertanian Dr. Tedy Dirhamsyah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari SK Bersama Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 1355 dan 383 Tahun 2025 tentang Satuan Tugas Tanggap Bencana dan Penyediaan Pangan untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga  Cara Pemkab Solok Sukseskan Gemarikan, Gelar Lomba Memasak Serba Ikan

Ia menegaskan bahwa sesuai arahan Menteri Pertanian, pelaksanaan program lebih menitikberatkan pada aksi nyata di lapangan dibandingkan aspek seremonial.

“Rehabilitasi lahan sawah akan dilakukan secara serentak di 14 kabupaten/kota di Sumatera Barat, dengan fokus pada lokasi yang diusulkan pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan sektor pertanian sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan pascabencana,” ujarnya.

Melalui rapat persiapan ini, seluruh pihak menyatakan komitmen untuk memastikan rehabilitasi lahan sawah berjalan efektif, terkoordinasi, dan memberikan manfaat langsung bagi petani serta masyarakat Sumatera Barat. (rdr)