BERITA

Serangan Bajak Laut di Gabon, Kemlu Fokus Selamatkan ABK WNI

0
×

Serangan Bajak Laut di Gabon, Kemlu Fokus Selamatkan ABK WNI

Sebarkan artikel ini
Personel Angkatan Laut Gabon melakukan pengamanan di jalur laut menyusul penculikan ABK nelayan. (Foto: timesindonesia)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas Gabon untuk memperjuangkan penyelamatan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang diculik bajak laut di perairan Gabon.

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 yang terjadi pada Minggu (11/1) waktu setempat.

“Segera setelah mendapat informasi pembajakan, Kemlu melalui KBRI Yaounde melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan kapal, dan pihak terkait lainnya untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik,” kata Heni dalam keterangan tertulis, Selasa.

Baca Juga  KBRI Tokyo: Belum Ada Laporan WNI jadi Korban Gempa M 7,4 di Jepang

KBRI Yaounde juga telah meminta informasi terkini mengenai kondisi kesehatan para ABK WNI, khususnya yang berhasil lolos dari penculikan oleh bajak laut.

Dalam insiden tersebut, sembilan dari 12 awak kapal IB FISH 7 diculik, sementara tiga ABK lainnya berhasil lolos, dua di antaranya merupakan WNI. Ketiganya bertahan di atas kapal hingga akhirnya diselamatkan oleh otoritas Gabon dan dikawal menuju Libreville, ibu kota Gabon.

Heni memastikan dua WNI yang selamat berada dalam kondisi aman. Sementara itu, Angkatan Laut Gabon telah memulai operasi pencarian dan pengejaran terhadap para pelaku penculikan.

Selain upaya penyelamatan, Kemlu dan KBRI Yaounde juga memastikan perusahaan kapal tetap memenuhi hak-hak ketenagakerjaan ABK WNI, termasuk bagi keluarga korban.

Baca Juga  Kapal Alami Kerusakan Mesin, SAR Evakuasi Empat WNA di Perairan Mentawai

“Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan menangani kasus ini hingga tuntas,” ujar Heni.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong mengonfirmasi bahwa empat WNI dan lima warga negara China diculik dalam pembajakan tersebut.

Ia menyebut kapal penangkap ikan berbendera Gabon itu diserang bajak laut saat beroperasi sekitar tujuh mil laut tenggara Equata di perairan Gabon. Pemerintah Gabon, lanjut Meyong, telah mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan maritim di wilayah tersebut. (rdr/ant)