PADANG, RADARSUMBAR.COM – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan mengungkap adanya kasus pelecehan seksual yang dialami perempuan korban bencana di sejumlah wilayah Pulau Sumatera pada akhir 2025.
“Ketika saya ke Aceh dan berbicara dengan komunitas perempuan, banyak sekali perempuan korban bencana yang mengalami pelecehan seksual,” kata Veronica Tan di Kota Padang, Selasa.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bersama Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, Gubernur, serta para bupati dan wali kota di Sumatera Barat.
Veronica menyebut pelecehan seksual terhadap korban bencana tidak terjadi satu kali, melainkan cukup sering, terutama di tenda-tenda pengungsian. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengawasan ekstra terhadap kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, dan lansia selama masa pemulihan.
“Tujuannya agar tidak ada lagi kelompok rentan yang mengalami pelecehan seksual atau bentuk kekerasan lainnya,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Wamen PPPA menekankan pentingnya pemisahan area pengungsian antara perempuan, anak-anak, lansia, dan laki-laki untuk meminimalkan risiko kekerasan seksual. Selain itu, ia juga mendorong agar fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dilengkapi pengamanan, termasuk pintu yang dapat dikunci.
Veronica juga mengingatkan pentingnya sensitivitas terhadap isu gender, khususnya bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang membutuhkan ruang privat di lokasi pengungsian.
“Harus ada pemisah agar tidak terlihat hal-hal yang seharusnya tidak terlihat di tenda pengungsian,” katanya.
Ia berharap langkah-langkah pencegahan tersebut dapat segera diimplementasikan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sehingga kasus pelecehan seksual terhadap korban bencana tidak kembali terulang. (rdr/ant)





