PADANG

Wawako Maigus Nasir Hadir di Rakor Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana dengan Mendagri

1
×

Wawako Maigus Nasir Hadir di Rakor Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana dengan Mendagri

Sebarkan artikel ini
Wawako Padang Maigus Nasir hadir dalam diskusi rehab-rekon pascabencana bersama Mendagri di Auditorium Gubernur. (dok. istimewa)
Wawako Padang Maigus Nasir hadir dalam diskusi rehab-rekon pascabencana bersama Mendagri di Auditorium Gubernur. (dok. istimewa)

PADANG, RADARSUMBAR.COM Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) Pascabencana Hidrometeorologi di Provinsi Sumatera Barat, di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Selasa (13/1/2026).

Rakor dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian, dan diikuti oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, serta kepala daerah se-Sumatera Barat.

Dalam sesi dialog, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengungkapkan bahwa pada 2 Januari 2026 kembali terjadi banjir susulan di Kota Padang. Banjir tersebut mengakibatkan sebanyak tujuh unit rumah hanyut terbawa arus.

“Banjir ini terjadi setelah berakhirnya masa tanggap darurat, sehingga warga yang terdampak belum masuk kedalam Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P). Untuk itu kami mohon arahan dari Pak Menteri bagaimana langkah-langkah selanjutnya,” ujarnya.

Baca Juga  Kita Mulai dengan Bismillah…

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang tengah menyiapkan langkah relokasi warga yang bermukim di bantaran sungai rawan bencana.

Saat ini Pemko Padang telah menyiapkan lahan seluas 4,6 hektare untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak.

“Masyarakat yang masuk kategori rusak berat di bantaran sungai sudah terdata. Namun kami juga mohon arahan terkait warga yang saat ini belum terdampak, tetapi rumahnya berada di kawasan bantaran sungai yang berisiko tinggi,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa kondisi serupa juga terjadi di beberapa daerah lain seperti Sumatera Utara dan Aceh.

Ia menyebut bahwa rumah warga yang berada di bantaran sungai atau tepi jurang, meskipun terlihat aman, tetap memiliki risiko tinggi saat hujan kembali turun.

Baca Juga  Pawai Telong-telong Tutup Kemeriahan Festival Siti Nurbaya 2024

“Kondisi tersebut layak dan dapat dimasukkan dalam program relokasi meskipun belum terdampak langsung. Silakan diusulkan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP),” tegas Tito Karnavian.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa usulan kegiatan yang belum masuk dalam dokumen R3P masih bisa diajukan, karena dokumen tersebut belum ditandatangani dan masih dalam tahap pembahasan di tingkat nasional.

“Penetapan rumah rusak berat dan relokasi tidak perlu menunggu rumah hanyut atau tenggelam. Jika secara teknis berisiko tinggi, langsung masukkan dalam data relokasi.”

“Jika nantinya tidak masuk R3P, penanganannya tetap bisa dilakukan melalui skema hibah rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) bersama BNPB,” tutup Jenderal Bintang Tiga itu. (rdr)