AGAM

PLTA Maninjau Buka Pintu Bendungan Antisipasi Rumah Warga Terendam

4
×

PLTA Maninjau Buka Pintu Bendungan Antisipasi Rumah Warga Terendam

Sebarkan artikel ini
Tim Lider Pemiliharaan PLTA Maninjau, Ahmad Rafandi, Anggota DPRD Agam Albert dan masyarakat memantau kondisi pintu bendungan di Danau Maninjau, Senin (12/1). Dok ANTARA/Yusrizal

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membuka pintu bendungan untuk mengantisipasi terendamnya rumah warga di sepanjang tepian Danau Maninjau, menyusul tingginya debit air akibat curah hujan yang meningkat.

Tim Leader Pemeliharaan PLTA Maninjau, Ahmad Rafandi, mengatakan pembukaan pintu bendungan dilakukan secara bertahap, yakni 15 sentimeter pada pintu bagian bawah dan 30 sentimeter pada pintu bagian atas.

“Saat ini total bukaan pintu bendungan berada di angka 155 sentimeter,” kata Ahmad di Lubuk Basung, Senin.

Ia menjelaskan, pembukaan pintu bendungan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dengan pemuka adat Kecamatan Tanjung Raya, setelah elevasi air Danau Maninjau mencapai 464,15 meter di atas permukaan laut (MDPL), atau melebihi batas maksimal.

Baca Juga  Aktivitas Segmen Kajai–Talamau Dinilai Berisiko Timbulkan Tsunami Danau Maninjau

Menurut Ahmad, bukaan 155 sentimeter dilakukan agar elevasi air danau dapat segera turun dan warga di sekitar danau tidak terdampak lebih lanjut. Pembukaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi wilayah hilir.

“Kami bersama manajemen UPT PLTA Bukittinggi terus berkoordinasi untuk menurunkan level air secara signifikan, namun tetap memperhatikan dampaknya bagi warga di sepanjang aliran sungai,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembukaan pintu bendungan secara perlahan dilakukan agar masyarakat di daerah hilir tidak terdampak banjir. Jika pintu bendungan dibuka secara besar sekaligus, hal tersebut berpotensi menimbulkan genangan di wilayah hilir.

“Kalau dibuka terlalu besar, saudara-saudara kita di hilir bisa terdampak seperti warga di sekitar Danau Maninjau,” katanya.

Ahmad menambahkan, peningkatan level air danau sempat terjadi beberapa pekan lalu saat bencana alam melanda Kabupaten Agam, akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan elevasi air melebihi batas aman.

Baca Juga  Polres Agam Tangkap Pengedar Sabu, 3 Paket Sabu dan Uang Rp500 Ribu Disita

“Saat ini elevasi air danau sudah mulai turun dan berada di angka 463,99 MDPL,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Agam Albert menyebutkan sebanyak 72 unit rumah dan lahan pertanian warga di sekitar Danau Maninjau terdampak tingginya muka air danau.

“Air sempat menggenangi rumah dan lahan pertanian warga di Kecamatan Tanjung Raya,” katanya.

Ia menambahkan, berkat kerja sama antara tokoh masyarakat dan pihak PLTA Maninjau dalam membuka pintu bendungan, genangan air berangsur surut.

“Saat ini kondisi sudah kembali normal, rumah warga dan lahan pertanian sudah kering, serta masyarakat dinyatakan aman dari banjir,” ujarnya. (rdr/ant)