PADANG

Membangun Harapan Pascabanjir; Keceriaan Anak-Anak Batu Busuk Setelah Kembali Belajar Tatap Muka

1
×

Membangun Harapan Pascabanjir; Keceriaan Anak-Anak Batu Busuk Setelah Kembali Belajar Tatap Muka

Sebarkan artikel ini
Anak-anak batu busuak belajar di Semen Padang. (dok. istimewa)
Anak-anak batu busuak belajar di Semen Padang. (dok. istimewa)

Sementara, tujuh siswa lainnya untuk sementara menumpang belajar di SDN 02 Lubuk Buaya karena mereka bersama keluarganya direlokasi ke hunian sementara di Lubuk Buaya.

“Pindah ke diklat ini sejak Senin kemarin. Alhamdulillah, anak-anak sangat nyaman belajar,” ujarnya.

Guru kelas VI ini juga membeberkan kondisi seluruh pelajar SD Bustanul Ulum pascabanjir. Sehari setelah banjir melanda Batu Busuk, ia bersama para guru lainnya langsung mendata seluruh siswa dengan mendatangi lokasi pengungsian di Masjid Taqwa, SDN 02 Cupak Tangah, Rimbo Panjang, dan SMP Negeri 44 Padang.

Setelah semua siswa didata, para guru kemudian menggelar rapat dengan pengurus Yayasan Igasar Semen Padang yang menaungi SD Bustanul Ulum Semen Padang.

Dari rapat tersebut, diputuskan bahwa seluruh guru SD Bustanul Ulum yang berjumlah 12 orang, termasuk kepala sekolah, membuat jadwal piket di beberapa titik lokasi pengungsian tempat siswa SD Bustanul Ulum berada.

Baca Juga  MTsS Luki Raih Berbagai Prestasi di Tingkat Lokal dan Nasional

“Di tempat pengungsian, kami para guru memberikan trauma healing, menanyakan kabar siswa, dan sesekali mengulang beberapa mata pelajaran,” ujarnya.

Setelah keadaan mulai kondusif, para guru bersama orang tua dan komite sekolah, termasuk pihak yayasan, kembali menggelar rapat.

Dari hasil rapat, semuanya sepakat bahwa pada 15 Desember 2025 aktivitas belajar mengajar kembali dilakukan di SD Bustanul Ulum, namun dengan jadwal pulang yang dipercepat.

“Biasanya pulang pukul 15.00 WIB, kami percepat menjadi pukul 11.00 WIB karena kami khawatir cuaca saat itu masih buruk,” bebernya.

Aktivitas belajar mengajar di SD Bustanul Ulum berlangsung hingga 18 Desember 2025, kemudian anak-anak memasuki libur semester, Natal, dan Tahun Baru.

Baca Juga  PLN Hadirkan Listrik untuk Rakyat, Usaha Terkotekras Kini Makin Efisien

“Saat anak-anak libur panjang inilah banjir susulan terjadi, dan akses menuju SD Bustanul Ulum terputus, bahkan tidak bisa dilewati kendaraan.”

“Menjelang libur panjang berakhir, kami kembali menggelar rapat bersama yayasan, komite, dan wali murid. Karena kondisi tidak memungkinkan, kami sepakat untuk sementara anak-anak dipindahkan belajar ke Diklat PT Semen Padang,” ujarnya.

“Alhamdulillah, sejak Senin hingga sekarang anak-anak senang belajar di diklat ini. Apalagi, setiap hari mereka diantar-jemput menggunakan bus yang disediakan gratis oleh PT Semen Padang.”

“Untuk itu, saya mewakili para guru mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas kepeduliannya terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak kami,” kata Rici.