AGAM

Anggota Brimob Gotong Royong Perbaiki Jalan dan Gorong-Gorong di Agam

2
×

Anggota Brimob Gotong Royong Perbaiki Jalan dan Gorong-Gorong di Agam

Sebarkan artikel ini
Momen anggota Brimob perbaiki jalan di Agam. (dok. istimewa)
Momen anggota Brimob perbaiki jalan di Agam. (dok. istimewa)

AGAM, RADARSUMBAR.COM – Anggota Satuan Brimob Polda Sumatra Barat (Sumbar) bergotong royong memperbaiki gorong-gorong dan akses jalan yang terputus akibat banjir di Jorong Koto Tangah, Nagari Koto Alam Seberang Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Perbaikan tersebut dilakukan untuk memperlancar mobilitas warga terdampak bencana. Sekitar 30 personel Brimob bekerja bersama memindahkan polongan beton untuk dipasang di parit yang telah digali.

Satu per satu polongan beton berdiameter 50 sentimeter diturunkan menggunakan potongan bambu yang diikat dengan tali tambang. Sebagian personel menahan dari atas, sementara lainnya secara perlahan menurunkan polongan hingga tersusun rapi di dalam parit.

Baca Juga  Lapas Lubuk Basung Kembangkan Kemandirian Warga Binaan Melalui Pelatihan Produktif

Alat berat turut dikerahkan untuk menggali parit dan kemudian menimbunnya kembali setelah polongan beton terpasang dengan baik. Jalan di atasnya kemudian diratakan agar dapat kembali dilalui masyarakat terdampak banjir.

Selain perbaikan jalan, anggota Brimob juga memasang jembatan kayu di lokasi jembatan yang sempat terputus akibat terjangan banjir. Jembatan darurat tersebut dapat dilalui kendaraan roda empat.

Personel Brimob turut mengumpulkan batu untuk memperkuat bantalan jembatan di kedua sisi jalan. Wilayah Koto Alam merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak banjir cukup parah di Kabupaten Agam.

Baca Juga  92 Koperasi Merah Putih di Agam Siap Kembangkan 7 Usaha, Tunggu Arahan Pemerintah Pusat

Bencana tersebut menyebabkan 27 warga meninggal dunia serta merusak rumah warga dan sejumlah fasilitas umum, termasuk jalan dan jembatan.

Saat ini, penanganan bencana di Kecamatan Palembayan dan kecamatan lainnya di Kabupaten Agam terus dilakukan. Status tanggap darurat telah beralih ke masa transisi pemulihan.

Warga terdampak telah menempati hunian sementara maupun hunian tetap, sementara perbaikan fasilitas umum masih terus dikerjakan. (rdr)