LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membutuhkan 63 unit alat berat jenis ekskavator untuk membersihkan material banjir bandang, tanah longsor, serta melakukan normalisasi sungai akibat bencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Agam, Ofrizon, di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan kebutuhan ekskavator itu tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Palembayan sebanyak 16 unit, Palupuh dua unit, Malalak 17 unit, dan Tanjung Raya 28 unit.
“Saat ini alat berat yang tersedia baru 49 unit di empat kecamatan tersebut,” kata Ofrizon.
Ia menjelaskan, di Kecamatan Palembayan dibutuhkan 16 unit ekskavator, dua unit backhoe loader, dan enam unit dump truck. Namun, yang tersedia baru 14 unit ekskavator, satu unit buldozer, dan 16 unit dump truck.
Sementara di Kecamatan Malalak, kebutuhan alat berat meliputi 17 unit ekskavator, satu unit vibro roller, tiga unit loader, dan 12 unit dump truck. Saat ini tersedia 17 unit ekskavator, satu unit vibro roller, dua unit loader, dan 12 unit dump truck.
Adapun di Kecamatan Tanjung Raya, dibutuhkan 28 unit ekskavator, satu unit backhoe loader, dan enam unit dump truck. Namun yang tersedia baru 18 unit ekskavator, satu unit backhoe loader, satu unit loader, dan empat unit dump truck.
“Khusus Kecamatan Palupuh, kebutuhan ekskavator dua unit, sementara yang tersedia baru satu unit,” katanya.
Menurut Ofrizon, alat-alat berat tersebut sangat dibutuhkan untuk membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan di empat kecamatan terdampak. Selain itu, alat berat juga diperlukan untuk normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan akibat banjir bandang pada akhir November 2025.
Tahapan berikutnya adalah membersihkan material banjir yang menimbun rumah warga serta berbagai fasilitas umum.
“Saat ini alat berat masih bekerja di lapangan. Namun, sempat terkendala karena bahan bakar minyak jenis biosolar tidak bisa dibeli,” ujarnya. (rdr/ant)





