LIMAPULUH KOTA

Badan Geologi: Sinkhole Umum Terjadi, Berbahaya jika Muncul di Permukiman

4
×

Badan Geologi: Sinkhole Umum Terjadi, Berbahaya jika Muncul di Permukiman

Sebarkan artikel ini
Air sinkhole di Limapuluh Kota bewarna kebiruan dan jernih. (ANTARA/HO-Frv)
Air sinkhole di Limapuluh Kota bewarna kebiruan dan jernih. (ANTARA/HO-Frv)

SARILAMAK, RADARSUMBAR.COM – Fenomena sinkhole atau lubang runtuhan merupakan kejadian yang relatif sering terjadi di Indonesia maupun di sejumlah negara lain. Namun, fenomena ini dapat menjadi persoalan serius apabila muncul di kawasan permukiman penduduk.

Tim Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Taufik Wirabuana, mengatakan sinkhole pada dasarnya merupakan fenomena alam yang umum ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.

“Fenomena sinkhole ini umum terjadi di Indonesia. Yang menjadi masalah adalah ketika sinkhole muncul di kawasan permukiman warga,” kata Taufik saat berada di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu.

Baca Juga  Balai Bahasa Sumbar Hidupkan kembali Sastra Lisan Sijobang di Limapuluh Kota

Menurutnya, karakteristik sinkhole yang terjadi di Sumatera Barat bisa berbeda dengan yang muncul di Pulau Jawa maupun daerah lainnya, tergantung pada kondisi geologi setempat.

Taufik membenarkan bahwa sinkhole berpotensi membahayakan apabila terjadi di wilayah yang dihuni masyarakat. Namun, ia memastikan peristiwa sinkhole yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota tidak berada di kawasan permukiman penduduk.

Saat ini, Badan Geologi Kementerian ESDM masih melakukan penelitian di lokasi kejadian. Hasil analisis dan kajian belum dapat disampaikan ke publik karena proses penelitian masih berlangsung.

Baca Juga  Terkendala Hujan, Pencarian Pria Gaek yang Hilang di Batang Sinamar Dihentikan Sementara

Pada tahap awal, tim Badan Geologi melakukan peninjauan langsung ke lokasi sinkhole yang muncul di area persawahan milik warga. Selain itu, tim juga melaksanakan kajian cepat dengan mengambil sejumlah sampel berupa tanah dan air untuk dianalisis lebih lanjut. (rdr/ant)