AGAM, RADARSUMBAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam memantau hulu Sungai Muaro Pisang di Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya yang sering terjadi banjir bandang dampak curah hujan cukup tinggi.
Anggota Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Agam, Hengki Murdiono di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan pemantauan hulu sungai dilakukan dengan drone di Kubuak Ladang Tinggi, Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudik, Kecamatan Matur.
“Kita memantau berapa titik tanah longsor di hulu sungai yang mengalir ke Danau Maninjau dan termasuk lokasi perbukitan di daerah itu,” katanya.
Ia mengatakan dari pantauan menggunakan udara, ditemukan beberapa titik longsor di lokasi tersebut. Titik longsor itu, tambahnya dari awal bencana melanda daerah itu pada Kamis (27/11/2025) sampai Jumat (9/1/2026), berkemungkinan bertambah besar.
“Hulu sungai beberapa kali terjadi longsor akibat curah hujan cukup tinggi, sehingga kondisi semakin membesar. Kita juga menemukan tumpukan sampah di Lubuk Ateh,” katanya.
Ia menambahkan lokasi hulu sungai yang longsor itu berada di pemukiman warga di Kubuak Ladang Tinggi, Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudik, Kecamatan Matur dengan jarak sekitar 100 meter.
Dengan kondisi itu, masyarakat mengungsi di jalan Kelok 44 tempatnya di Kelok 43 dengan mendirikan tenda darurat dan mengungsi di rumah warga sekitar.
“Mereka mengungsi semenjak daerah itu sering longsor yang mengeluarkan bunyi gentuman cukup keras, dan termasuk warga di sepanjang aliran Sungai Muaro Pisang di Pasar Maninjau yang mengungsi,” katanya.
Ia mengakui pemantauan titik longsor di hulu sungai itu salah satu upaya mitigasi bencana yang dilakukan, sehingga bisa memetakan lokasi mana yang rawan longsor.
Sebelumnya juga melakukan pemantauan di salingka Danau Maninjau yang longsor dampak curah hujan cukup tinggi.
“Pemantauan kita lakukan beberapa hari setelah banjir bandang melanda di daerah itu,” katanya. (rdr/ant)





