NASIONAL

Setahun Berjalan, Program MBG Telah Serap 800 Ribu Pekerja

1
×

Setahun Berjalan, Program MBG Telah Serap 800 Ribu Pekerja

Sebarkan artikel ini
Salah satu menu makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dasar. Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan penundaan MBG di Kota Bukittinggi dari rencana awak yang telah ditetapkan diselenggarakan pada Senin (13/1). (Antara/HO-Dokumen Pribadi)
Salah satu menu makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dasar.(Antara/HO-Dokumen Pribadi)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp51,5 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak Rp43,4 triliun di antaranya disalurkan dalam bentuk manfaat langsung, yakni penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil, dan tenaga pendidik se-Indonesia.

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menerangkan bahwa program MBG memiliki dampak ekonomi yang sangat besar.

Menurut catatannya, kebijakan tersebut telah membuka hampir 20 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menyerap hampir 800 ribu pekerja se-Indonesia.

“Saat ini, sudah ada 19.343 SPPG atau central kitchen yang mempekerjakan 789.319 pekerja,” jelas Thomas dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (8/1).

Baca Juga  Badan Gizi Nasional Sebut Kesalahan Pengolahan Ayam Picu Keracunan Siswa di Sukoharjo

Adapun hingga Rabu (7/1), prgram MBG telah menjangkau 56,13 juta penerima manfaat yang tersebar di 38 provinsi.

Pada tahun ini, pemerintah berencana untuk memperluas cakupan MBG, sehingga total penerima manfaat diharapkan bisa menyentuh 82,9 juta di akhir tahun.

Dengan demikian, maka manfaat ekonomi yang dihasilkan, seperti penyerapan tenaga kerja, diharapkan juga ikut meningkat.

Sebelumnya, pada Perayaan Natal Nasional 2025, Senin (5/1), Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa para ahli dari Rockefeller Institute sempat menilai MBG sebagai investasi pemerintahan yang terbaik.

Baca Juga  Korem 032/Wirabraja Siapkan 3.000 Porsi Makan Bergizi Gratis di Padang

Pasalnya, setiap Rp1 investasi kepada program MBG dapat menghasilkan efek pengganda ekonomi sebesar 5–35 kali lipat.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa dampak ekonomi bukanlah tujuan utama dari program tersebut. Baginya, yang paling penting adalah memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak.

“Saya tidak mengejar itu. Saya hanya didorong oleh rasa tidak sampai hati melihat anak-anak Indonesia kekurangan gizi,” ujar Prabowo kala itu. (rdr/bakomri)