LIMAPULUH KOTA, RADARSUMBAR.COM – Lubang sinkhole di kawasan pertanian milik warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota hanya berisi air jernih dan tidak ada jenis ikan maupun hewan apapun di dalamnya.
“Nggak ada, nggak ada ikan atau hewan apapun di sana. Cuma lubang yang berisi air sungai bawah tanah saja,” kata salah seorang warga yang berkunjung ke lokasi sinkhole, Jumat.
Kesaksian itu pun menjawab sejumlah narasi yang berkembang di media sosial yang menggambarkan adanya ikan atau hewan di lubang sinkhole itu.
Tim ahli dari Badan Geologi Kementerian ESDM meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi tidak valid terkait air di lubang sinkhole di Situjuah Batua Kabupaten Limapuluh Koto, Sumatera Barat.
Hal itu disampaikan tim ahli Taufik Wirabuana, Jumat, di sela-sela pengkajian di lokasi fenomena alam itu. “Jangan terpengaruh isu-isu yang tak berdasar.”
“Contoh yang sederhana, ini misalnya bisa menyembuhkan penyakit. Selama belum ada bukti ilmiah, masyarakat jangan percaya,” kata Taufik.
Imbauan itu disampaikan karena hingga kini cukup banyak warga yang mengambil air dari lubang sinkhole untuk obat. Warga berdatangan dari berbagai daerah di Sumatera, termasuk dari luar provinsi.
Sementara untuk menghindari aktivitas warga di bibir lubang sinkhole, warga setempat berinisiatif mengalirkan air dari lubang itu ke lokasi yang jauh dari tepian.
Air dari lubang sinkhole itu jernih kebiruan. Warna mengambilnya dengan menggunakan jerigen, kemasan air mineral dan juga dengan kantong plastik.
Sebaran informasi fenomena sinkhole bertebaran di media sosial dan menjadi bahan diskusi masyarakat di dunia maya.
Amblesan tanah terjadi secara misterius di kawasan pertanian milik warga di Jorong Tepi pada 4 Januari 2026. Diameter lubang tersebut mencapai sekitar 20 meter dengan kedalaman kurang lebih 15 meter. (rdr/ant)



