PADANG, RADARSUMBAR.COM – Tren ketertarikan masyarakat Sumatera Barat terhadap pasar modal semakin kuat. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah investor pasar modal ber-KTP Sumbar mencapai 275.772 Single Investor Identification (SID) hingga 30 Desember 2025, naik signifikan 80.023 SID dari tahun sebelumnya.
Early Saputra, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Barat, menyebut peningkatan tersebut sejalan dengan upaya edukasi pasar modal yang digencarkan sepanjang 2025.
“Antusiasme masyarakat untuk belajar investasi pasar modal meningkat cukup pesat. Edukasi menjadi kunci utama dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan,” ujar Early dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Early, BEI Sumbar telah menggelar 344 kegiatan edukasi di berbagai daerah sepanjang 2025. Selain itu, Galeri Investasi BEI yang tersebar di kampus dan institusi aktif menyelenggarakan 3.974 kegiatan edukasi dengan beragam bentuk, seperti seminar, kuliah umum, webinar, dan siaran langsung di media sosial.
Ribuan peserta pun ikut serta dalam program edukasi pasar modal. Data BEI mencatat 29.483 orang mengikuti Sekolah Pasar Modal (SPM), sementara lebih dari 1,6 juta masyarakat terlibat dalam kegiatan edukatif non-SPM sepanjang tahun.
Program Duta Pasar Modal (DPM) yang melibatkan kalangan mahasiswa juga menunjukkan hasil positif. Saat ini terdapat 97 mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan DPM, dibekali pemahaman dasar pasar modal serta keterampilan kepemimpinan dan pengelolaan media sosial.
Di luar itu, 114 alumni DPM juga masih aktif berbagi pengetahuan melalui media sosial dan kegiatan tatap muka. Early menambahkan bahwa tujuan program edukasi ini adalah merubah pandangan masyarakat bahwa dunia pasar modal itu eksklusif, rumit, dan sulit dipahami.
“Ke depan, kami ingin pasar modal menjadi sesuatu yang lebih dekat, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. Program Duta Pasar Modal kami harapkan menjadi pintu awal bagi generasi muda untuk meniti karier di industri keuangan,” tambahnya.
Selain data di tingkat Provinsi Sumbar, secara nasional terjadi lonjakan investor pasar modal yang signifikan. Jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat telah menembus lebih dari 20 juta SID sepanjang 2025, mencerminkan peningkatan ketertarikan masyarakat terhadap investasi saham dan instrumen pasar modal lainnya. (rdr)





