JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Jumat.
Berdasarkan sistem peringatan dini BMKG, di wilayah Sumatera hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, dan Palembang. Sementara itu, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung diprakirakan mengalami hujan lebat disertai petir.
“Hujan lebat disertai petir juga berpotensi terjadi di beberapa wilayah,” ujar Prakirawan BMKG Ina Indah dalam siaran yang diikuti dari Jakarta.
Untuk Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang berpeluang mengguyur Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Banten. Adapun Surabaya diprakirakan mengalami hujan lebat disertai kilat.
Di Kalimantan, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Pontianak, Palangka Raya, dan Samarinda. Sementara Tanjung Selor dan Banjarmasin diprakirakan diguyur hujan lebat disertai kilat.
Wilayah Bali dan Nusa Tenggara, hujan ringan diprakirakan terjadi di Denpasar dan Mataram, sedangkan Kupang berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat.
Untuk Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di Mamuju, Makassar, Kendari, Palu, dan Gorontalo. Sementara Manado diprakirakan berawan.
Di wilayah timur Indonesia, hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur Ternate, Sorong, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Adapun Manokwari dan Ambon diprakirakan berawan.
Selain itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga enam meter di sejumlah perairan Indonesia, termasuk Laut Natuna Utara. Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo mengatakan potensi tersebut diperkirakan terjadi pada periode 7–10 Januari 2026.
Kondisi ini dipengaruhi keberadaan Siklon Tropis Jenna di Samudra Hindia barat daya serta Bibit Siklon Tropis 90W di Laut Filipina yang memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.
BMKG mencatat pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6–25 knot, sementara di wilayah selatan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan serupa.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan pengelolaan informasi cuaca yang andal, terintegrasi, dan berkelanjutan menjadi pilar utama dalam manajemen risiko bencana hidrometeorologi. (rdr/ant)
















