JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Dietisien Luthfianti Diana Mauludiyah, SGz, RD, menyarankan orang tua yang memiliki keterbatasan anggaran tetap berupaya menyediakan makanan bergizi seimbang bagi anak dengan memanfaatkan bahan pangan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Kepada ANTARA, Kamis, Diana mengatakan pemenuhan gizi anak dapat dilakukan dengan memilih bahan makanan yang mudah didapat dan relatif murah, seperti telur, tempe, tahu, ikan, serta sayur dan buah lokal.
“Manfaatkan bahan lokal dan musiman agar harganya lebih terjangkau, atau bahan makanan yang selalu tersedia dan murah seperti telur, tempe, tahu, ikan, sayur, dan buah lokal,” ujar Dietisien dari RSUP Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta itu.
Menurut Diana, menu sederhana seperti nasi, sayur bening, telur atau tempe goreng, serta buah sudah dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak.
Ia juga menyarankan orang tua mengenalkan variasi menu untuk mencegah anak merasa bosan. Variasi dapat dilakukan dengan mengganti jenis bahan dalam kelompok gizi yang sama, khususnya sumber protein.
“Mencegah anak bosan, variasi makanan bisa dikenalkan dengan mengganti jenis protein, seperti telur, ikan, ayam, tempe, atau kacang-kacangan,” tuturnya.
Selain itu, bahan makanan yang sama dapat diolah dengan teknik memasak berbeda sebagai strategi lain agar anak tetap tertarik mengonsumsi makanan di rumah.
Diana mengingatkan pengenalan makanan baru sebaiknya dilakukan secara bertahap tanpa paksaan, disertai contoh langsung dari orang tua serta suasana makan yang menyenangkan.
Ia menegaskan peran orang tua sangat penting dalam membentuk dan mempertahankan kebiasaan makan gizi seimbang anak. Kebiasaan tersebut dapat ditanamkan melalui pola makan orang tua sehari-hari.
“Orang tua perlu memahami makanan apa yang aman untuk anak sehingga bisa memilih dan memberikan makanan sehat dan bergizi seimbang. Konsep ‘Isi Piringku’ juga dapat dikenalkan dengan cara yang menarik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Diana menyarankan orang tua memantau pemenuhan gizi anak melalui pengukuran berat dan tinggi badan sesuai kurva pertumbuhan, serta memperhatikan nafsu makan, tingkat aktivitas, dan daya tahan tubuh anak.
“Anak dengan gizi yang cukup umumnya aktif dan tidak mudah sakit,” katanya. (rdr/ant)





