KABUPATEN SOLOK

Cegah Banjir Berulang, Pemkab Solok Lakukan Normalisasi Batang Saniangbaka

0
×

Cegah Banjir Berulang, Pemkab Solok Lakukan Normalisasi Batang Saniangbaka

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati (Wabup) Solok Candra saat meninjau lokasi pembangunan normalisasi sungai Batang Saniang Baka, di Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok. (Foto: Diskominfo Kabupaten Solok)

AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok melakukan langkah cepat dengan menormalisasi Sungai Batang Saniangbaka untuk mengantisipasi luapan air yang berulang kali mengancam permukiman warga saat debit hujan tinggi.

Wakil Bupati Solok Candra, di Solok, Sumatera Barat, Kamis, mengatakan langkah tersebut merupakan upaya darurat pemerintah daerah dalam merespons ancaman banjir yang kerap terjadi di Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak.

Sebagai penanganan sementara, Pemkab Solok memasang dumbag di sepanjang bantaran Sungai Batang Saniangbaka guna menahan limpahan air ketika debit sungai meningkat.

“Untuk sementara yang bisa kita lakukan adalah pemasangan dumbag, agar air tidak masuk ke rumah warga,” ujar Candra.

Ia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok Effia Vivi Fortuna terkait penyediaan dumbag. Dari hasil koordinasi tersebut, Kabupaten Solok mendapat bantuan 1.000 kantong dumbag dari PT Semen Padang, meski hingga kini baru 260 kantong yang diterima.

Baca Juga  ASN Pemkab Solok Laksanakan Upacara Kemerdekaan RI ke-78 Secara Terapung di Danau Singkarak

“Kalau bisa, yang 1.000 itu kita upayakan semuanya dapat dan segera disalurkan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wabup Candra juga melakukan panggilan video dengan Anggota DPR RI Andre Rosiade untuk melaporkan kondisi terkini di Saniangbaka. Dalam komunikasi tersebut disampaikan bahwa Sungai Batang Saniangbaka telah empat kali meluap, sehingga penanganan darurat perlu segera dilakukan sebelum pembangunan permanen dilaksanakan.

Candra juga memperlihatkan kondisi Gedung MTsN Muhammadiyah Saniangbaka yang roboh dan direncanakan akan dibongkar melalui kerja sama dengan PT Adhi Karya.

Baca Juga  Pemkab Solok Sinkronkan Program Perikanan dan Pangan, Tekankan Ketahanan Pangan hingga Gizi Anak

Selain itu, ia menegaskan pentingnya pemasangan batu bronjong di sejumlah titik rawan. Menurutnya, jika tidak segera ditangani, material banjir berpotensi kembali menumpuk dan mengancam badan jalan serta rumah warga.

“Kalau ini tidak segera dipasang bronjong, material akan naik lagi ke jalan dan ke rumah warga saat banjir berikutnya,” ujarnya.

Pemkab Solok menegaskan komitmennya untuk terus melakukan koordinasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat maupun pihak swasta, guna mempercepat penanganan permanen Sungai Batang Saniangbaka demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Peninjauan juga difokuskan pada titik-titik rawan yang selama ini menjadi penyebab utama meluapnya air sungai ke permukiman warga. (rdr)