AGAM, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar untuk alat berat dalam membersihkan material banjir bandang, normalisasi dan tanah longsor melanda daerah tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam, Ofrizon di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan saat ini tidak bisa membeli bio solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk bahan bakar alat berat yang bekerja membersihkan material tanah longsor, normalisasi sungai dan material yang menimbun rumah warga.
“Kita kesulitan mendapatkan bio solar di SPBU semenjak masa tanggap darurat berakhir pada Senin (5/1) dan sebelumnya tidak ada permasalahan,” katanya.
Ia mengatakan dengan kondisi itu, pembersihan material cukup terkendala dan ada beberapa alat berat ada tidak bekerja. Ini mengingat bahwa BBM jenis dexlite biayanya cukup besar dan membutuhkan ratusan liter setiap harinya.
Untuk menyikapi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam membuat surat terkait permasalahan tersebut dan mengajukan ke Pemerintah Provinsi Sumbar.
“Mudah-mudahan bio solar bisa didapatkan, sehingga alat berat bisa maksimal untuk membersihkan material,” katanya.
Ia mengakui alat berat yang dikerahkan sebanyak 53 unit dengan rincian excavator 49 unit, loader tiga unit dan buldozer satu unit.
Alat berat itu berasal dari Pemkab Agam, Pemerintah Provinsi, pusat, TNI, badan usaha milik negara dan bantuan dari masyarakat.
Alat berat itu tersebar di Kecamatan Palembayan, Malalak, Tanjung Raya dan lainnya untuk membersihkan material tanah longsor menimbun badan jalan, normalisasi sungai dan memberikan material menimbun rumah warga.
“Kita berharap pembersihan material segera selesai selama masa transisi tersebut,” katanya. (rdr/ant)















