BOLA, RADARSUMBAR.COM – Semen Padang FC (SPFC) bersiap melakukan pembenahan besar menjelang bergulirnya putaran kedua BRI Super League 2025/2026.
Manajemen Kabau Sirah menunjukkan keseriusan menghadapi paruh musim penentuan dengan melakukan perombakan skuad, khususnya melalui penambahan pemain asing, demi menjaga peluang bertahan di level tertinggi sepak bola nasional.
Komisaris PT Kabau Sirah Semen Padang (KKSP) Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan bahwa tim tidak ingin kembali terperosok dalam tren negatif seperti yang dialami pada putaran pertama.
Dengan masuknya sejumlah tenaga baru, manajemen berharap performa tim dapat meningkat dan mampu menjawab harapan besar masyarakat Sumatera Barat.
Braditi, yang akrab disapa Levi, mengungkapkan bahwa manajemen telah menyiapkan total 11 pemain asing untuk memperkuat tim pada putaran kedua kompetisi musim ini.
Para pemain tersebut diharapkan bisa langsung diturunkan dan memberikan kontribusi nyata di lapangan.
“Total ada 11 pemain asing yang siap dimainkan di putaran kedua. Harapannya mereka bisa langsung berkontribusi,” ujar Braditi Moulevey, Kamis (8/1/2026).
Sejumlah rekrutan anyar pun telah diumumkan. Di lini tengah, Kabau Sirah mendatangkan Kazaki Nakagawa, gelandang serang asal Jepang, yang diharapkan mampu menambah kreativitas dan variasi serangan tim.
Sementara sektor pertahanan diperkuat dengan kehadiran Jaime Giraldo, bek asal Kolombia, guna membenahi lini belakang yang sebelumnya kerap menjadi titik lemah.
Tak hanya itu, Semen Padang FC juga merekrut seorang penyerang asal Spanyol yang sebelumnya bermain di Liga India. Kehadirannya diproyeksikan menjadi jawaban atas persoalan minimnya produktivitas gol yang dialami tim pada putaran pertama.
“Kami juga kedatangan penyerang asal Spanyol yang sebelumnya bermain di Liga India,” tambah Braditi.
Menurutnya, para pemain baru tersebut disiapkan untuk menutup celah dan kekurangan yang selama ini menjadi penyebab hasil kurang maksimal.
Evaluasi menyeluruh telah dilakukan agar kesalahan serupa tidak kembali terulang dan tim mampu keluar dari tekanan papan bawah klasemen.
“Pemain-pemain ini diharapkan bisa mengisi kekosongan dan menutup lubang yang selama ini menjadi faktor kekalahan,” jelasnya.
Di tengah tekanan akibat performa awal musim yang belum optimal, manajemen terus berupaya menjaga moral dan semangat juang skuad.
Dukungan suporter serta masyarakat Minang dinilai menjadi elemen penting dalam membangkitkan kepercayaan diri pemain. Braditi pun mengimbau pendukung agar tetap menyampaikan kritik secara konstruktif dan beretika.
“Kritik itu wajar, tapi harus membangun dan tidak menyerang secara personal. Kita tetap menjunjung adab sebagai masyarakat Minang yang berpegang pada raso jo pareso,” tuturnya. (rdr)
















