SARILAMAK, RADARSUMBAR.COM – Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Provinsi Sumatera Barat membutuhkan tim geolistrik untuk mengukur dan mengkaji lebih lanjut fenomena sinkhole atau tanah ambles yang terjadi di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota.
“Kita membutuhkan tim geolistrik untuk mengukur atau menduga kondisi yang terjadi di bawah permukaan,” kata Ketua IAGI Sumatera Barat Dian Hadiyansyah di Kota Padang, Selasa.
Menurut Dian, keberadaan tim geolistrik penting untuk memastikan penyebab serta potensi lanjutan dari lubang tersebut. Hingga kini, penyebab kemunculan lubang berdiameter sekitar 10 meter dengan kedalaman lebih dari lima meter itu belum dapat dipastikan.
Sambil menunggu kehadiran tim geolistrik yang kemungkinan dapat diutus oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), atau instansi terkait lainnya, IAGI mengimbau masyarakat untuk menjauhi lokasi kejadian.
IAGI mengkhawatirkan kondisi tanah di sekitar lubang sudah rapuh dan tidak stabil. Risiko semakin besar jika kawasan tersebut merupakan daerah bukit kapur atau batu gamping yang mudah larut oleh air dan berpotensi ambruk.
“Kami khawatir atap lubang sudah tidak stabil dan bisa memicu runtuhan baru. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mendekat, apalagi secara beramai-ramai,” ujar Dian.
Ia menambahkan, fenomena serupa cukup umum terjadi di wilayah dengan karakteristik bukit kapur. Salah satu contohnya adalah kejadian aliran air yang tiba-tiba menghilang di kawasan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.
“Di Indarung cukup sering terjadi arus air yang mendadak hilang, lalu muncul mata air baru di lokasi lain,” kata Dian. (rdr/ant)
















