BUKITTINGGI, RADARSUMBAR.COM – Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengawali tahun 2026 dengan menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan pemanfaatan pertokoan di Pasa Ateh (Pasar Atas) yang selama ini banyak tidak ditempati pedagang.
Ramlan menyatakan, toko-toko yang tidak digunakan akan disegel dan dialihkan kepada pihak lain yang berminat menyewa. Selain itu, teras pasar akan segera disewakan untuk meramaikan pusat perbelanjaan yang berada di kawasan Jam Gadang tersebut.
“Kami perintahkan dinas pasar untuk toko yang tidak digunakan pedagang agar disegel. Kita berikan kepada yang mau menyewa, termasuk ditawarkan kepada pedagang kaki lima yang ada di sini,” kata Ramlan, Senin.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bukittinggi akan memberikan keringanan berupa pembebasan biaya sewa selama empat bulan sebagai bagian dari penataan kawasan pasar.
“Kita gratiskan sewanya empat bulan karena kawasan pasar ini akan kita tertibkan. Ini menjadi upaya untuk merealisasikan program pedagang kaki lima naik kelas,” ujarnya.
Ramlan menegaskan, Pemko Bukittinggi akan fokus melakukan pembenahan dan penataan Pasa Ateh. Ia bahkan turun langsung bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) meninjau kondisi pasar yang menjadi salah satu pusat perekonomian Kota Bukittinggi tersebut.
Dalam rencana penataan, Pemko juga akan menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi terlarang. Selain itu, pedagang pemegang kartu kuning yang tidak membuka toko di gedung Pasa Ateh akan dicabut haknya dan dialihkan kepada pedagang lain yang membutuhkan.
Hasil peninjauan menunjukkan banyak toko dalam kondisi tutup dan telah lama tidak difungsikan. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara, sebagaimana temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Banyak kejadian kunci ditahan, toko tidak dibuka, sewa tidak dibayar. Ini berpotensi merugikan negara dan tidak boleh dibiarkan,” tegas Ramlan.
Pemko Bukittinggi juga membuka peluang bagi masyarakat umum yang berminat menyewa ruang kosong di Pasa Ateh, termasuk untuk usaha kafe dan food court di lantai satu hingga atap gedung.
“Ada beberapa ruang strategis yang masih kosong. Bisa dimanfaatkan untuk kafe atau food court. Silakan hubungi Dinas Pasar. Tahun 2026 ini saya fokus menata dan meramaikan Pasa Ateh,” katanya.
Ramlan menegaskan penataan dilakukan tanpa tebang pilih, termasuk pembenahan parkir dan memastikan fasilitas umum seperti toilet dapat digunakan secara gratis.
“Semua kita tertibkan tanpa pandang bulu. Kita bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan kelompok tertentu,” pungkasnya. (rdr/ant)

















