BUKITTINGGI, RADARSUMBAR.COM – Cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kabupaten di Sumatera Barat (Sumbar) berdampak pada sektor pariwisata. Salah satu kawasan yang terdampak adalah objek wisata Ngarai Sianok di Kota Bukittinggi.
Seorang pelaku ekonomi wisata di kawasan tersebut, Rahmat, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca buruk sejak sekitar satu setengah bulan terakhir membuat jumlah kunjungan wisatawan menurun drastis.
“Dampaknya pengunjung tidak ada, tidak ada pemasukan. Puncaknya saat musim hujan yang berlangsung sejak satu setengah bulan belakangan,” kata Rahmat, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, biasanya kawasan Ngarai Sianok ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan dan libur akhir tahun. Namun, kondisi tersebut kini berbanding terbalik.
“Sekarang beberapa wahana wisata di sekitar Ngarai Sianok seperti rental benen, mobil off-road, dan tracking ke Ngarai Kaluang tidak ada kunjungan sama sekali,” ujarnya.
Menurut Rahmat, salah satu penyebab sepinya wisatawan adalah kondisi sungai yang keruh akibat runtuhnya tebing dan terbawanya batang kayu oleh arus deras.
Tak hanya itu, hujan lebat yang terjadi pada akhir tahun lalu juga mengakibatkan sejumlah fasilitas rusak. “Ada musala dan bangunan warung yang runtuh ke sungai karena hujan deras,” kata pelaku wisata river tubing tersebut.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan solusi bagi para pelaku usaha wisata di kawasan Ngarai Sianok yang kini kehilangan sumber penghasilan.
“Semoga kawasan ini segera diperbaiki, termasuk fasilitas yang rusak. Ngarai Sianok sudah jadi legenda wisata sejak dulu, jangan dibiarkan sepi,” tutupnya. (rdr)
















