PEKANBARU, RADARSUMBAR.COM – Sebanyak 10 orang luka-luka dalam peristiwa ledakan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Ledakan tersebut juga menghanguskan sejumlah bangunan dan kendaraan milik warga.
Kepala Kepolisian Resor Inhil AKBP Farouk Oktora mengatakan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis secara intensif usai kejadian yang terjadi pada Jumat (2/1) sekitar pukul 16.00 WIB.
“Dari total 10 korban, enam orang mengalami luka bakar, sedangkan empat lainnya luka ringan akibat terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri dari kobaran api,” ujar Farouk dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Minggu.
Selain menimbulkan korban luka, ledakan tersebut mengakibatkan lima truk dan lima sepeda motor yang terparkir di kios pinggir jalan lintas Sumatra hangus terbakar karena lokasinya berdekatan dengan pusat ledakan.
Api juga menghanguskan tiga bangunan usaha milik warga, yakni sebuah bengkel ban, tempat pencucian motor, serta bangunan penampungan buah sawit.
Beruntung, kobaran api tidak merembet ke permukiman warga yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi pipa gas yang bocor.
Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas penghubung Provinsi Riau dan Jambi sempat ditutup total demi alasan keamanan. Namun, setelah situasi dinyatakan aman, jalur tersebut telah kembali dibuka.
“Situasi saat ini sudah kondusif dan jalur lintas timur Sumatra telah dibuka kembali secara normal,” kata Farouk.
Berdasarkan keterangan warga, sebelum kejadian terdengar dentuman keras, disusul semburan api yang mencapai ketinggian sekitar 15 meter akibat kebocoran pipa gas bawah tanah. (rdr/ant)
















