JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Pelatih baru tim nasional Indonesia, John Herdman, menilai sepak bola Indonesia memiliki banyak pemain bertalenta. Menurut dia, kondisi tersebut mirip dengan Kanada yang pernah dilatihnya lebih dari lima tahun hingga berhasil lolos ke Piala Dunia 2022.
Herdman, pelatih asal Inggris, resmi ditunjuk PSSI sebagai pelatih timnas Indonesia pada Sabtu. Ia dikontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun berikutnya.
“Apa yang saya lihat, kumpulan talenta itu ada. Rasanya sangat mirip dengan Kanada. Negara besar, potensi besar dengan pemain lokal, tetapi juga kemampuan merekrut pemain dwikewarganegaraan, dan mereka sudah memulai perjalanan itu,” kata Herdman, dikutip dari media Kanada The Canadian Press, Minggu.
Pelatih berusia 50 tahun itu sukses membawa Kanada melonjak dari peringkat 94 ke peringkat 33 dunia. Ia menyebut antusiasme suporter menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya tertarik menangani timnas Indonesia.
Menurut Herdman, dukungan penggemar akan menjadi elemen penting untuk menyukseskan proyek jangka panjangnya bersama skuad Garuda.
“Ini tentang menemukan proyek yang tepat, proyek yang bisa membuat Anda merasakan gairah dan intensitas para penggemar,” ujar Herdman, yang terakhir kali menangani klub MLS Toronto FC sebelum mengundurkan diri pada November 2024.
Herdman dijadwalkan tiba di Indonesia pekan depan menjelang konferensi pers perkenalan resminya. Setelah itu, ia akan langsung menghadapi agenda padat bersama timnas Indonesia.
Agenda awal Herdman adalah memimpin Indonesia pada FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026. Selanjutnya, ia akan mendampingi timnas Indonesia pada FIFA Match Day Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.
Selain menangani timnas senior, Herdman juga dipercaya melatih tim nasional U-23 Indonesia.
“Karena saya pikir itu bagian penting untuk mempelajari budaya, benar-benar membenamkan diri di dalamnya. Anda harus memahami orang-orang dan kebiasaan mereka untuk menciptakan koneksi,” kata Herdman, yang juga pernah mengantarkan timnas putri Kanada tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011. (rdr/ant)
















