AROSUKA, RADARSUMBAR.COM – Kelompok tani di Nagari Koto Gadang Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Wakil Bupati Solok, Candra, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian, terutama di tengah proses pemulihan pascabencana yang berdampak pada infrastruktur dan produktivitas pertanian daerah.
Menurutnya, bantuan alsintan itu mampu meningkatkan efisiensi kerja petani secara signifikan.
“Bantuan traktor ini dapat menghemat hingga 50 Hari Orang Kerja (HOK) dalam satu hari pengerjaan. Tentu sangat membantu petani dari sisi waktu dan biaya,” ujar Candra, Sabtu.
Dalam kesempatan tersebut, Candra juga memaparkan kondisi penanganan infrastruktur pascabencana di Kabupaten Solok. Ia menyebutkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tiga Nagari Guguak dan Jawi-Jawi menelan anggaran sekitar Rp15 miliar, sementara SPAM Saniang Baka mencapai sekitar Rp80 miliar. Secara keseluruhan, total kerugian pascabencana yang telah diajukan dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) mencapai sekitar Rp1,6 triliun.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari Pemprov Sumbar. Dukungan ini sangat berarti bagi Kabupaten Solok, terutama dalam upaya pemulihan pascabencana dan menjaga ketahanan pangan daerah,” katanya.
Sementara itu, Wali Nagari Koto Gadang Guguak, Carles Camra, mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, keberadaan traktor roda empat sangat membantu petani dalam mengolah lahan secara lebih cepat dan efisien.
Ia juga mengusulkan perbaikan Banda Gadang yang mengairi sawah warga seluas sekitar 1.800 hektare karena infrastruktur tersebut dinilai sangat vital bagi keberlangsungan pertanian masyarakat.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk di sektor pertanian.
“Dengan bantuan ini, kami berharap produktivitas pertanian meningkat. Hasilnya tidak hanya untuk kesejahteraan petani, tetapi juga mendukung pendidikan anak-anak dan kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyerahan alsintan diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat Kabupaten Solok secara berkelanjutan. Mahyeldi juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga hasil pertanian melalui inovasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Jika pimpinan daerah solid, kehadiran pemerintah akan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Terkait penanganan bencana, Mahyeldi menyebutkan fokus ke depan akan diarahkan pada perbaikan dan normalisasi aliran sungai guna mencegah terjadinya banjir meski debit air meningkat. (rdr)

















