“Umpamanya ada diaspora Aceh di mana merasa terpanggil membantu di Aceh ya monggo silakan. Nanti kita salurkan. Ada diaspora Minang membantu apa itu silakan,” ujarnya.
Selain itu, jika terdapat komunitas Batak di Jakarta, kota-kota lain, atau bahkan di luar negeri yang ingin menyalurkan bantuan, Presiden mempersilakan untuk berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Mekanisme penyaluran nantinya akan diatur oleh pemerintah daerah setempat.
“Kita kalau bantuan ikhlas dan tulus nanti kita serahkan. Mekanisme kita serahkan mungkin apakah nanti Gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara mungkin membuka rekening seperti apa,” lanjutnya.
Presiden juga menegaskan bahwa bantuan dapat disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak, selama tetap berkoordinasi dengan pemerintah.
“Mungkin dana bantuan pascabencana mau kirim langsung silakan, dari dalam negeri memberi sumbangan silakan. Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas ya,” tegas Prabowo.
Yang terpenting, lanjut Presiden, bantuan tersebut harus diberikan dengan niat tulus tanpa kepentingan apa pun.
“Karena kita mengalami, pernah dibantu-dibantu akhirnya ujungnya ada juga ya kan yang menagih. Tapi kita harus berpikir positif yang penting kita secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan rakyat kita, di manapun itu tujuan kita,” tutupnya. (rdr/bakomri)

















