Presiden Prabowo menyambut baik usulan tersebut dan menekankan koordinasi dengan gubernur, ahli teknik, BUMN, serta perusahaan besar yang memiliki kemampuan di bidang engineering work skala besar.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menambahkan, alat-alat pengerukan milik penambang di Bangka Belitung bisa dimanfaatkan karena memiliki daya sedot tinggi. Presiden Prabowo menyetujui usulan itu, menegaskan bahwa biaya bukan hambatan. “Tadinya diajukan Rp51 triliun, saya commit Rp60 triliun. Berapa pun yang dibutuhkan, tidak masalah,” ujarnya.
Menhan Sjafrie menjelaskan, Satgas Kuala terdiri dari dua komposisi: satu untuk pendalaman kuala dan satu untuk pengolahan air. Alat akan dilengkapi sistem water treatment agar air di kuala bisa diolah menjadi jernih. Satgas dijadwalkan mulai bekerja dalam dua pekan ke depan, dengan target pertama di Kuala Simpang, Aceh Tamiang. (rdr/ant)
















