JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala, usulan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang fokus utamanya mengeruk sungai-sungai dangkal akibat timbunan lumpur di daerah terdampak bencana serta mengolah air berlumpur menjadi air bersih.
Dalam rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis, Menhan Sjafrie menjelaskan strategi pengerukan sungai yang bermuara ke laut. Menurutnya, pengerukan atau dredging akan membantu mengangkat timbunan lumpur di dasar sungai sekaligus mendekatkan alat-alat berat ke daratan.
“Ada pemikiran dari kami dengan TNI, misalnya Sungai Tamiang, yang kini mengalami pendangkalan. Kita lakukan dua kegiatan sekaligus: pendalaman sungai dan pengiriman alat berat dekat daratan, sekaligus membersihkan kayu-kayu dan sisa material lainnya. Ini upaya besar yang harus dikerjakan,” kata Sjafrie.
Menhan menambahkan, ia telah berkoordinasi dengan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Tidak hanya di Tamiang, pengerukan juga akan dilakukan di Bireuen, dan kemungkinan di daerah lain seperti Sibolga. Strategi ini mempermudah pengiriman alat berat melalui jalur laut hingga titik terdekat.
















