BERITA

Resmi Dibentuk, Satgas Kuala Akan Normalisasi Sungai dan Olah Air Berlumpur di Aceh

0
×

Resmi Dibentuk, Satgas Kuala Akan Normalisasi Sungai dan Olah Air Berlumpur di Aceh

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo datang ke lokasi bencana di Sumbar. (dok. istimewa)
Presiden Prabowo datang ke lokasi bencana di Sumatera. (dok. istimewa)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala, usulan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang fokus utamanya mengeruk sungai-sungai dangkal akibat timbunan lumpur di daerah terdampak bencana serta mengolah air berlumpur menjadi air bersih.

Dalam rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis, Menhan Sjafrie menjelaskan strategi pengerukan sungai yang bermuara ke laut. Menurutnya, pengerukan atau dredging akan membantu mengangkat timbunan lumpur di dasar sungai sekaligus mendekatkan alat-alat berat ke daratan.

Advertisement

“Ada pemikiran dari kami dengan TNI, misalnya Sungai Tamiang, yang kini mengalami pendangkalan. Kita lakukan dua kegiatan sekaligus: pendalaman sungai dan pengiriman alat berat dekat daratan, sekaligus membersihkan kayu-kayu dan sisa material lainnya. Ini upaya besar yang harus dikerjakan,” kata Sjafrie.

Menhan menambahkan, ia telah berkoordinasi dengan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Tidak hanya di Tamiang, pengerukan juga akan dilakukan di Bireuen, dan kemungkinan di daerah lain seperti Sibolga. Strategi ini mempermudah pengiriman alat berat melalui jalur laut hingga titik terdekat.

Presiden Prabowo menyambut baik usulan tersebut dan menekankan koordinasi dengan gubernur, ahli teknik, BUMN, serta perusahaan besar yang memiliki kemampuan di bidang engineering work skala besar.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menambahkan, alat-alat pengerukan milik penambang di Bangka Belitung bisa dimanfaatkan karena memiliki daya sedot tinggi. Presiden Prabowo menyetujui usulan itu, menegaskan bahwa biaya bukan hambatan. “Tadinya diajukan Rp51 triliun, saya commit Rp60 triliun. Berapa pun yang dibutuhkan, tidak masalah,” ujarnya.

Menhan Sjafrie menjelaskan, Satgas Kuala terdiri dari dua komposisi: satu untuk pendalaman kuala dan satu untuk pengolahan air. Alat akan dilengkapi sistem water treatment agar air di kuala bisa diolah menjadi jernih. Satgas dijadwalkan mulai bekerja dalam dua pekan ke depan, dengan target pertama di Kuala Simpang, Aceh Tamiang. (rdr/ant)