AGAM

Pengungsi Banjir Bandang Pasar Maninjau Bertambah jadi 428 Orang

0
×

Pengungsi Banjir Bandang Pasar Maninjau Bertambah jadi 428 Orang

Sebarkan artikel ini
Evakuasi dua warga yang nyaris hanyut akibat galodo susulan di Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (25/12/2025) siang. (dok. istimewa)
Evakuasi dua warga yang nyaris hanyut akibat galodo susulan di Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (25/12/2025) siang. (dok. istimewa)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat jumlah pengungsi akibat banjir bandang di Muaro Pisang, Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, bertambah menjadi 428 orang.

“Sebelumnya jumlah pengungsi tercatat 314 orang, kini meningkat menjadi 428 orang,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, di Lubukbasung, Jumat.

Advertisement

Ia menjelaskan, pengungsi berasal dari 160 kepala keluarga, meningkat dari sebelumnya sekitar 100 kepala keluarga. Para pengungsi sementara menempati mushala, rumah kerabat, serta sejumlah fasilitas pemerintahan, setelah rumah mereka rusak dan berada di zona merah di sepanjang Sungai Muaro Pisang.

Menurut Abdul Ghafur, banjir bandang tersebut mengakibatkan empat unit rumah, tiga unit warung, dan dua unit penginapan mengalami rusak berat.

Ia mengakui banjir bandang kerap melanda kawasan Pasar Maninjau akibat meluapnya Sungai Muaro Pisang, terutama saat terjadi longsor di wilayah hulu.

Peristiwa banjir bandang kali ini dipicu longsor tebing jalan di Kelok 25, Jorong Kuo Tigo Koto, Nagari Matua Mudik, Kecamatan Matur, pada Rabu (31/12) malam. Longsoran tersebut menutup aliran sungai dan menyebabkan air mencari jalur baru ke arah Simpang Maninjau sambil membawa material lumpur dan bebatuan.

Akibatnya, banjir bandang merusak sejumlah bangunan serta menimbun badan jalan provinsi penghubung Lubukbasung–Bukittinggi sepanjang sekitar 30 meter dengan ketinggian material mencapai satu meter, sehingga akses jalan terputus total.

“Alat berat sudah mulai diturunkan untuk membersihkan material longsor dan banjir pada Jumat (2/1) pagi,” kata Abdul Ghafur.

Berdasarkan pantauan terakhir, dari Kelok 9 hingga Kelok 25, tidak ditemukan lagi material longsor yang menutup aliran Sungai Muaro Pisang. (rdr/ant)