Namun, Benni menegaskan persoalan tersebut akan segera disampaikan kepada Gubernur Sumatera Barat serta Balai Wilayah Sungai (BWS) V untuk penanganan teknis yang membutuhkan kajian ilmiah.
“Perlu dicari solusi jangka panjang. Saat ini kami masih fokus menangani penyumbatan di hilir sungai jika terjadi longsor,” katanya.
Dalam kejadian tersebut, material banjir bandang juga menimbun satu unit alat berat yang sedang terparkir setelah melakukan pembersihan material. Total terdapat empat unit alat berat yang disiagakan di lokasi.
Alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan material banjir bandang yang menimbun badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung–Bukittinggi, sehingga akses jalan sempat tidak dapat dilalui.
Sementara itu, Anggota DPRD Agam Albert meminta pemerintah segera mencari solusi agar warga di sepanjang aliran sungai tidak terus diliputi rasa takut.
“Ini harus segera disikapi agar masyarakat bisa kembali merasa aman dan nyaman,” katanya. (rdr/ant)













