“Kami menargetkan pembangunan 207 unit hunian sementara dapat diselesaikan,” ujar Dandim.
Slamet menambahkan, prajurit di lapangan terus berupaya maksimal meski menghadapi kendala cuaca yang kurang bersahabat, termasuk potensi longsor dan banjir susulan.
Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa dari kalangan prajurit TNI Kodim 0304/Agam selama penanganan bencana berlangsung.
Sejak bencana longsor dan banjir bandang melanda pada 27 November 2025, prajurit TNI terlibat langsung dalam proses evakuasi dan penyelamatan, pendistribusian bantuan, serta pembersihan material longsor di rumah warga dan ruas jalan.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 163 warga Kabupaten Agam dilaporkan meninggal dunia, sementara 38 orang lainnya masih dinyatakan hilang akibat bencana tersebut. (rdr/ant)














