Material memasuki rumah warga, sehingga merusak sejumlah rumah di lokasi tersebut. Untuk itu, ia mengimbau warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, karena sewaktu-waktu material akan turun dalam kondisi hari tidak hujan.
“Warga sekitar telah mengungsi ke mushala, rumah keluarga dan fasilitas pemerintah dengan jumlah sekitar 200 orang,” katanya.
Ia menambahkan alat berat yang bekerja membuang material tersebut secara tentatif. Apabila banjir bandang susulan tidak terjadi, maka alat berat langsung bekerja dalam membuka akses jalan provinsi menghubungkan Lubuk Basung-Bukittinggi.
Namun saat banjir bandang kembali turun, alat berat berhenti untuk sementara waktu. Di hulu Sungai Muaro Pisang, tambahnya ada masyarakat berada di lokasi untuk memberitahukan apabila terjadi longsor susulan ke masyarakat yang ada di bawah.
“Saat tanah longsor terjadi, langsung dilaporkan ke bawah, sehingga pembersihan material dihentikan,” katanya. (rdr/ant)














