AGAM, RADARSUMBAR.COM – Bupati Agam, Benni Warlis menyatakan sebanyak 40 unit rumah terdampak banjir bandang akibat meluapnya Sungai Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.
“Ke 40 unit rumah tersebut berada di sepanjang aliran Sungai Muaro Pisang, setelah material banjir bandang masuk ke rumah itu,” kata Benni Warlis di Lubuk Basung, Kamis.
Ia mengatakan rumah yang terdampak akan lebih banyak, karena air sudah melebar ke daerah lain setelah aliran sungai tersumbat material longsor, sehingga air mengalir ke lokasi lain dalam kondisi hari tidak hujan pada Rabu (31/12).
Setidaknya ada 200 orang yang mengungsi ke mushala, rumah keluarga dan fasilitas pemerintah. Mereka ketakutan dengan material turun dan kondisi ini sudah lima kali terjadi semenjak akhir November 2025.
“Air sungai disertai material turun beberapa kali, setelah tanah longsor melanda hulu sungai. Kondisi ini kurang baik bagi mereka, karena saat mereka pulang ke rumah, ada bunyi gentuman di hulu sungai, sehingga mereka kembali mengungsi,” katanya.
Dia menambahkan kondisi ini mencekam, karena aliran sungai sebelumnya sudah berpindah dan mengancam banyak rumah lain.
Sementara lokasi aliran sungai, sudah aman mengingat air sungai mengering setelah aliran berpindah. Saat ini apa yang dilakukan Pemkab Agam, Basarnas, TNI, Polri dan masyarakat bakal dilakukan.















