AGAM, RADARSUMBAR.COM – Warga Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dilanda kepanikan pada Rabu (31/12/2025) malam, menyusul beredarnya informasi dari masyarakat di wilayah atas (kelok-kelok) terkait potensi aliran air besar yang akan turun dari hulu sungai.
Informasi tersebut pertama kali diterima warga sekitar pukul 19.00 WIB melalui pesan suara (voice note) yang tersebar di grup WhatsApp dan media sosial.
Dalam informasi itu disebutkan adanya aliran air besar yang diduga akan mengarah ke kawasan permukiman, meskipun sejak pagi hingga sore hari tidak terjadi hujan di wilayah Maninjau.
“Awalnyo malam sekitar jam tujuh ado info dari masyarakat ateh, dari kelok-kelok, katanya ado nan ka turun gadang bana. Padahal dari pagi ndak ado hujan di siko, cuma daerah ateh nan hujan,” ujar Zeki Satria, warga setempat, Kamis malam.
Zeki menjelaskan, hujan hanya terjadi di wilayah hulu seperti kawasan Matur, Sako, dan Kelok, sementara Maninjau dalam kondisi cuaca relatif cerah. Namun, kekhawatiran warga meningkat setelah terdengar suara dentuman keras dari arah hulu sungai.
“Dari habis Isya, masyarakat lah mulai mengungsi. Waktu lagi mengungsi tu, tadanga beberapa kali bunyi dentuman kareh dari ateh, macam bunyi pesawat.“
“Gadang bana bunyinya, sampai kami ndak barani pai dakek situ lai,” kata Zeki yang tokonya habis ditimbun longsoran pada Selasa (30/12/2025) lalu.
Dentuman tersebut terdengar beberapa kali dan memicu kepanikan warga yang khawatir akan terjadinya banjir bandang susulan.
Hingga malam hari, warga memilih bertahan di lokasi aman dan menjauhi bantaran sungai. “Kami ketakutan, bg. Bunyi nyo bukan sakali duo kali, tapi beberapa kali,” tambah Zeki.
Sebelumnya, pada Kamis (25/12/2025) siang, debit air sungai di Jorong Pasa Maninjau sempat meningkat signifikan akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu.
Arus sungai membawa material kayu dan batu berukuran besar, sehingga memicu kekhawatiran warga. Dalam kejadian siang tersebut, dua orang warga dilaporkan nyaris hanyut dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke puskesmas setempat. (rdr)















