Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, menyampaikan penyesuaian harga BBM tersebut dilakukan berdasarkan formula harga yang ditetapkan pemerintah serta mengacu pada tren harga rata-rata publikasi minyak dunia, seperti Argus dan Mean of Platts Singapore (MOPS), serta mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Penyesuaian harga ini kami lakukan secara berkala dengan tetap menjadikan harga Pertamax Series dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif,” ujar Robert dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, harga BBM Pertamina dapat berbeda di setiap daerah, bergantung pada besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah provinsi.
Berikut daftar harga BBM Pertamina di wilayah DKI Jakarta per 1 Januari 2026:
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter (tetap)
- Solar Subsidi: Rp6.800 per liter (tetap)
- Pertamax (RON 92): Rp12.350 per liter (sebelumnya Rp12.750)
- Pertamax Green 95: Rp13.150 per liter (sebelumnya Rp13.500)
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.400 per liter (sebelumnya Rp13.750)
- Dexlite: Rp13.500 per liter (sebelumnya Rp14.700)
- Pertamina Dex: Rp13.600 per liter (sebelumnya Rp15.000). (rdr/ant)

















