BERITA

Menhub Pastikan Pemulihan Transportasi Pascabencana Sumatra Berjalan Cepat

0
×

Menhub Pastikan Pemulihan Transportasi Pascabencana Sumatra Berjalan Cepat

Sebarkan artikel ini
Pemerintah sudah membuka sekitar 10 jembatan bailey pascabencana di Sumatera. (dok. istimewa)
Pemerintah sudah membuka sekitar 10 jembatan bailey pascabencana di Sumatera. (dok. istimewa)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan Kementerian Perhubungan bergerak cepat dalam pemulihan infrastruktur transportasi pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

“Kami sudah menghitung dan mengalokasikan anggaran. Insya Allah, begitu jalan-jalan nasional sudah terbuka, kami akan segera melakukan perbaikan,” ujar Dudy dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra yang dihadiri pimpinan DPR RI serta pimpinan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terdampak, yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa.

Advertisement

Dudy menyampaikan bahwa bencana banjir dan longsor di Sumatra tidak berdampak signifikan terhadap infrastruktur bandara dan pelabuhan. Namun, kerusakan cukup besar terjadi pada sektor transportasi darat dan perkeretaapian.

“Terkait kereta api, kami masih melakukan survei karena dampaknya cukup parah. Banyak rel yang tersapu banjir dan longsor, sehingga kami perlu menghitung kembali kebutuhan anggaran,” katanya.

Menhub juga mempersilakan pemerintah daerah terdampak, baik gubernur maupun bupati, untuk mengajukan kerja sama apabila membutuhkan dukungan transportasi.

“Kami sangat terbuka untuk bekerja sama. Jika dibutuhkan kapal atau penerbangan, silakan ajukan dan akan kami bantu semaksimal mungkin,” ujarnya.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan telah melakukan berbagai langkah penanganan pascabencana di sektor transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

Di sektor transportasi darat, Kemenhub menyalurkan bantuan logistik ke satuan pelayanan terdampak, mengoperasikan angkutan jalan dan penyeberangan perintis, memperbaiki fasilitas terminal, serta mengoperasikan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) sebagai rest area sementara di tengah kepadatan lalu lintas akibat terputusnya akses jalan.

Pada sektor transportasi laut, dukungan dilakukan melalui pengoperasian kapal kenavigasian, kapal patroli KPLP, angkutan laut dan perintis, pengiriman barang dan logistik bersama pemangku kepentingan, serta pembentukan posko darurat penggalangan bantuan bencana Sumatra.

Sementara di sektor transportasi udara, Kemenhub mengoperasikan pesawat dan helikopter, menambah rute penerbangan seperti Rembele–Medan, Banda Aceh–Rembele, Banda Aceh–Gayo Lues, serta Medan–Gayo Lues, mendirikan posko bantuan, dan menyiapkan pesawat Balai Kalibrasi untuk mendukung distribusi logistik ke wilayah terdampak.

Adapun pada sektor perkeretaapian, Kemenhub telah menangani sejumlah ruas jalur kereta api yang rusak di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dan saat ini jalur tersebut telah kembali beroperasi normal. (rdr/ant)