BERITA

BNPB Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera, Normalisasi Sungai jadi Fokus

0
×

BNPB Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera, Normalisasi Sungai jadi Fokus

Sebarkan artikel ini
Petugas tengah bersiap melakukan penerbangan penyemaian awan (operasi modifikasi cuaca) dengan total sembilan ton bahan NaCI powder yang siap di tebar. (Foto: BMKG)
Ilustrasi modifikasi cuaca. (Foto: BMKG)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu normalisasi aliran sungai dan drainase primer di wilayah Aceh dan Sumatera.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari mengatakan OMC saat ini masih berlangsung dengan pengerahan sembilan pesawat, terdiri atas empat pesawat di Aceh, dua di Sumatera Utara, dan tiga di Sumatera Barat.

Advertisement

“Atensi kami saat ini tidak hanya hujan ekstrem. Hujan dengan intensitas sedang pun berpotensi memicu banjir karena daya tampung drainase primer sangat terbatas,” kata Abdul Muhari di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, upaya normalisasi sungai terus dioptimalkan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), TNI, dan Polri untuk meningkatkan kapasitas aliran air pada saluran-saluran utama.

Menurut Abdul, OMC kali ini menjadi salah satu operasi terbesar sepanjang sejarah penanganan bencana di Indonesia, baik dari sisi wilayah maupun jumlah pesawat yang dikerahkan.

“Di banyak ruas darurat maupun jalur yang masih digunakan terdapat debris seperti kayu, lumpur, dan material lainnya yang dapat menghambat aliran air dan memicu banjir susulan,” ujarnya.

BNPB menegaskan Indonesia saat ini berada pada puncak musim hujan, bahkan di sejumlah daerah kondisi cuaca tergolong ekstrem. Oleh karena itu, OMC di wilayah terdampak seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat perlu terus dilakukan guna mencegah banjir dan longsor susulan.

Selain operasi cuaca, BNPB juga terus menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak di Aceh, terutama di Kabupaten Aceh Tengah dan Benar Meriah. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan dasar permakanan, serta logistik energi seperti bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.

Abdul menambahkan, percepatan pemulihan pascabencana juga difokuskan pada perbaikan jaringan kelistrikan dan akses transportasi.

“Kunci percepatan pemulihan ada pada dua sektor, yakni akses jalan dan kelistrikan. Jika jalan terbuka dan listrik tersambung, maka BTS bisa berfungsi, PDAM dapat kembali beroperasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa bergerak,” katanya. (rdr/ant)