
Selain Huntara, tanah pusako juga siap dihibahkan kepada pemerintah untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Lahan ini dirancang lengkap dengan fasilitas umum, kapling 7×14 meter, dan jalan selebar lima meter. Huntara yang ada nantinya bisa difungsikan sebagai dapur atau ruang pendukung Huntap.
Usar Rajo Kacik, Mamak Kapalo Warih Kaum Suku Tanjuang, menegaskan bahwa tujuan utama adalah memastikan anak kemenakan memiliki tempat tinggal yang layak dan tetap berada di lingkungan sosial yang sudah dikenal. Huntara Mandiri Talang kini dilengkapi fasilitas sanitasi, air bersih, listrik, serta akses mudah ke pendidikan dan kesehatan.

Muharlion menyebut langkah ini inspiratif karena memanfaatkan kearifan lokal untuk menyelesaikan masalah keterbatasan lahan secara cepat, sambil menjaga nilai sosial dan budaya. (rdr/adv)

















