PADANG, RADARSUMBAR.COM – Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengapresiasi langkah ninik mamak Kaum Suku Tanjuang Kenagarian Pauh Limo yang menjadikan tanah pusako sebagai lokasi relokasi sementara korban banjir bandang pada 28 November 2025.
Keputusan ini memungkinkan 11 kepala keluarga (KK) menempati Hunian Sementara (Huntara) di Kampuang Talang, Kelurahan Kapalo Koto, yang berada dekat rumah asal mereka di Jalan Koto Tuo Kenagarian Pauh Limo. Kawasan ini sebelumnya menjadi badan sungai pascabanjir.

Muharlion menilai lokasi Huntara aman dari luapan Sungai Batu Busuk, sekaligus menjadi contoh pelestarian nilai kekerabatan Minangkabau. Para ninik mamak, anak kemenakan, dan masyarakat setempat bergotong royong membangun Huntara dari material kayu dan sisa rumah yang hanyut.
“Ini contoh nyata bagaimana kearifan lokal mampu menyelesaikan persoalan sosial kompleks,” kata Muharlion. Ia menambahkan bahwa pola ini bisa dijadikan model bagi daerah lain di Padang untuk menghadapi kondisi darurat pascabanjir.

















