“Lonjakan aktivitas masyarakat ini pasti berdampak pada peningkatan volume sampah. Ini harus diantisipasi secara serius agar tidak mengganggu kebersihan dan kenyamanan kota,” katanya.
Ia meminta seluruh perangkat daerah yang menangani kebersihan bekerja optimal sejak sebelum hingga setelah malam pergantian tahun. Petugas lapangan, koordinator wilayah, hingga kepala satuan pelaksana diminta siaga penuh agar sampah tidak menumpuk terlalu lama.
Muharlion menegaskan, pembersihan sampah harus dilakukan secara menyeluruh demi menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan aman bagi masyarakat.
Tak hanya pemerintah, ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kewajiban bersama seluruh warga,” tegasnya.
Antisipasi Libur Panjang dan Dorong Gerakan Pangan Murah
Muharlion menambahkan, masa libur panjang Nataru diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Padang. Karena itu, ia menilai perlu adanya rekayasa lalu lintas di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemacetan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, serta seluruh pihak terkait yang telah menjalankan pengamanan di posko-posko Nataru.
Selain itu, DPRD Kota Padang mendorong pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga keterjangkauan dan ketersediaan bahan pangan menjelang hari besar keagamaan dan Tahun Baru 2026, sekaligus sebagai bagian dari penanganan pascabencana.
Melalui GPM, pemerintah menyediakan bahan pangan strategis dengan harga terjangkau guna menstabilkan pasokan, melindungi daya beli masyarakat, serta mendukung pengendalian inflasi daerah. (rdr/adv)















