BERITA

UIM Pecat Oknum Dosen Viral Meludahi Karyawan Toko

0
×

UIM Pecat Oknum Dosen Viral Meludahi Karyawan Toko

Sebarkan artikel ini
Viral dosen UIM saat meludahi kasir swalayan. (Foto X)

MAKASSAR, RADARSUMBAR.COM – Universitas Islam Makassar (UIM) mengambil langkah tegas dengan memberhentikan oknum dosen yang videonya viral karena melakukan tindakan tidak terpuji terhadap karyawan sebuah toko swalayan di Makassar.

Rektor UIM Prof. Dr. Muammar Bakry menyampaikan bahwa dosen berinisial DR IR AS tersebut diberhentikan karena terbukti melanggar Kode Etik Dosen dan Peraturan Kepegawaian yang berlaku di lingkungan UIM.

Advertisement

“Apapun alasan dan sebab yang mendahuluinya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran etika dan akhlak. Sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, kemanusiaan, dan kearifan lokal, kami mengambil sikap tegas,” ujar Muammar Bakry dalam konferensi pers di Gedung Rektorat UIM, Makassar, Senin.

Ia menjelaskan, karena yang bersangkutan berstatus sebagai Dosen Aparatur Sipil Negara (ASN), pihak universitas memutuskan hubungan kerja secara institusional dan mengembalikan oknum dosen tersebut ke LLDIKTI Wilayah IX.

“Rektor UIM telah memberhentikan yang bersangkutan sebagai dosen UIM. Selanjutnya, kami mengembalikan yang bersangkutan ke LLDIKTI Wilayah IX sebagai instansi asal,” jelasnya.

Pasca peristiwa tersebut, pihak kampus berkomitmen untuk memperketat pengawasan serta pembinaan karakter di lingkungan akademik. Muammar menegaskan bahwa pencapaian akademik harus sejalan dengan kemuliaan akhlak.

“Kejadian ini menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat komitmen pembinaan karakter seluruh civitas akademika. Nilai spiritual dan etika harus dipraktikkan, bukan sekadar slogan,” katanya.

Mewakili seluruh civitas akademika UIM, Muammar Bakry juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban atas insiden yang terjadi.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada korban. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar senantiasa menjaga adab dan etika di mana pun berada,” tutupnya. (rdr/ant)