BERITA

TNI Tambah 15 Batalyon Bangun Jembatan dan Hunian Pengungsi di Sumatera

0
×

TNI Tambah 15 Batalyon Bangun Jembatan dan Hunian Pengungsi di Sumatera

Sebarkan artikel ini
Pembangunan jembatan bailey di wilayah Jorong Sikabau, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Sumatera Barat, Senin (8/12/2025) (ANTARA/Ho-Humas TNI AD)

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengerahkan tambahan 15 batalyon untuk mempercepat pembangunan jembatan dan hunian bagi pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Tambahan personel tersebut terdiri atas lima batalyon zeni dan 10 batalyon teritorial pembangunan yang difokuskan pada percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.

Advertisement

Dengan pengerahan tersebut, total personel TNI yang ditugaskan dalam penanganan banjir bandang dan longsor di tiga provinsi di Sumatera mencapai 37.910 prajurit. Mereka bertugas membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat hingga memasuki tahap rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana yang terjadi pada 25 November lalu.

“Tambahan personel ini akan membantu pemasangan jembatan bailey, pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, pembersihan lumpur di sekolah, pesantren, jalan, dan fasilitas umum, penyediaan air bersih, evakuasi medis, distribusi logistik, serta trauma healing,” kata Panglima TNI saat jumpa pers yang dipimpin Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Posko Terpadu Penanganan Bencana Sumatera, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.

Selain itu, TNI juga membangun dapur lapangan, sumur bor, pos kesehatan, serta sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK).

“Dukungan TNI yang sudah tergelar meliputi 25 dapur lapangan, 124 sumur bor yang telah digunakan, 42 pos kesehatan, serta 186 unit MCK,” ujar Agus.

TNI juga telah memasang sejumlah jembatan bailey yang kini sudah digunakan masyarakat, di antaranya Jembatan Teupin Mane, Teupin Reudeup, Jeumpa, Matang Bangka, Kuta Blang, Weh Pase, Hamparan Perak, Anggoli Sibangun, serta beberapa jembatan lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI melaporkan pengerahan 89 unit alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mendukung penanganan bencana, antara lain helikopter, pesawat angkut, kapal rumah sakit, dan kapal perang.

“Pesawat, helikopter, dan KRI terus mendukung distribusi logistik melalui airdrop maupun pendaratan langsung. KRI juga membawa alat berat, alat kesehatan, tenaga medis, serta mendukung kementerian dan lembaga lain dengan pengangkutan BBM, bahan pangan, genset, dan perlengkapan lainnya,” katanya.

Hingga saat ini, TNI telah menyalurkan 2.669,53 ton logistik melalui jalur darat, laut, dan udara.

Jumpa pers tersebut merupakan bagian dari laporan terpadu pemerintah bersama TNI dan Polri terkait penanganan bencana di Sumatera, yang dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (rdr/ant)