BERITA

Polri Kerahkan 1.500 Personel Tambahan untuk Pemulihan Banjir dan Longsor di Sumatera

0
×

Polri Kerahkan 1.500 Personel Tambahan untuk Pemulihan Banjir dan Longsor di Sumatera

Sebarkan artikel ini
Personel Polri sedang mencari korban yang hilang dampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Dok ANTARA/Yusrizal

JAKARTA, RADARSUMBAR.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 1.500 personel tambahan untuk mempercepat pemulihan dampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera.

“Baru saja kami memberangkatkan 1.500 personel Polri untuk menambah kekuatan yang sebelumnya sudah ada,” kata Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers perkembangan penanggulangan bencana Sumatera di Jakarta, Senin.

Advertisement

Kapolri menjelaskan, penambahan personel tersebut difokuskan untuk mempercepat penanganan bencana, khususnya di Provinsi Aceh.

“Mereka diberangkatkan untuk membantu percepatan penanggulangan, terutama di Aceh,” ujarnya.

Personel tambahan itu terdiri atas 900 personel Satbrimob Polda dan 600 personel Korps Brimob Polri. Sebanyak 1.500 personel tersebut akan ditempatkan di dua provinsi, yakni Aceh dan Sumatera Utara.

Menurut Sigit, total personel Polri yang telah dikerahkan ke lokasi bencana saat ini mencapai 10.759 personel yang tersebar di tiga provinsi terdampak.

“Total saat ini sudah ada 10.759 personel, dan kami juga telah menyiapkan personel lanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, kesiapan personel lanjutan diperlukan untuk mendukung tugas-tugas berikutnya, termasuk persiapan infrastruktur apabila dilakukan pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap).

Tugas personel tambahan tersebut meliputi percepatan pembersihan rumah warga, tempat ibadah, sekolah, serta fasilitas pelayanan publik. Selain itu, Polri juga akan membantu pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pemasangan sumur bor di sejumlah titik.

“Personel ditugaskan untuk membantu percepatan pembersihan rumah, tempat ibadah, sekolah, sektor pelayanan publik, termasuk pemasangan sumur bor dan kebutuhan lain yang diperlukan,” kata Kapolri. (rdr/ant)