PADANG

Polri Tambah Lima Alat Berat untuk Percepat Penanganan Bencana di Sumbar

0
×

Polri Tambah Lima Alat Berat untuk Percepat Penanganan Bencana di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Sejumlah alat berat mengebut perbaikan jalan nasional di kawasan Lembah Anai yang rusak akibat dihantam banjir bandang, Minggu (7/12/2025). Antara/Fandi Yogari
Sejumlah alat berat mengebut perbaikan jalan nasional di kawasan Lembah Anai yang rusak akibat dihantam banjir bandang, Minggu (7/12/2025). Antara/Fandi Yogari

PADANG, RADARSUMBAR.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menambah dukungan alat berat di Sumatra Barat (Sumbar) untuk mempercepat penanganan bencana. Sebanyak lima unit alat berat diberangkatkan pada Minggu (28/12).

Pelepasan alat berat tersebut dilakukan langsung oleh Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, didampingi Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, di depan Kantor Polres Padang Pariaman.

Advertisement

“Hari ini Polri kembali memberangkatkan lima unit alat berat untuk mempercepat penanganan di berbagai lokasi terdampak bencana,” ujar Dedi.

Dengan penambahan tersebut, total alat berat yang dikerahkan Polri di Sumbar kini berjumlah 11 unit. Enam unit di antaranya telah lebih dulu beroperasi di sejumlah lokasi terdampak longsor dan banjir bandang.

Alat-alat berat itu disebar ke beberapa titik, antara lain Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman.

Dedi berharap tambahan alat berat tersebut dapat mempercepat proses pembersihan material bencana sehingga akses jalur logistik, transportasi, serta aktivitas perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan.

“Kehadiran alat berat diharapkan dapat mempercepat pengerjaan dan pembersihan, sehingga akses logistik, kendaraan, dan perekonomian bisa segera digerakkan,” katanya.

Ia menegaskan Polri berkomitmen terus mempercepat pemulihan infrastruktur serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana di wilayah utara Sumatra, khususnya Sumbar. Dalam pelaksanaannya, Polri juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, relawan, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Hingga saat ini, pembangunan jembatan darurat telah dilakukan di sejumlah titik. Jembatan Palembayan di Kabupaten Agam telah rampung 100 persen, jembatan Malalak di Kabupaten Agam mencapai progres sekitar 80 persen, dan jembatan Batang Anai di Kabupaten Padang Pariaman sekitar 75 persen.

Sementara itu, pembangunan jembatan di X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, masih dalam tahap persiapan material. Adapun jembatan di Sumani, Kabupaten Solok, telah selesai 100 persen dan sudah beroperasi secara maksimal.

Dedi menambahkan, jembatan Salareh Aia di Kabupaten Agam kini sudah dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, melayani sekitar 1.135 jiwa. Ke depan, jembatan tersebut akan ditingkatkan menjadi jembatan rangka baja modular (Bailey) agar dapat dilalui kendaraan roda empat. (rdr/ant)