AGAM

Longsor di Maninjau, Empat Alat Berat Bersihkan Jalan Lubuk Basung-Bukittinggi

1
×

Longsor di Maninjau, Empat Alat Berat Bersihkan Jalan Lubuk Basung-Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
Evakuasi dua warga yang nyaris hanyut akibat galodo susulan di Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (25/12/2025) siang. (dok. istimewa)
Evakuasi dua warga yang nyaris hanyut akibat galodo susulan di Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (25/12/2025) siang. (dok. istimewa)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Sebanyak empat unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material pasir dan bebatuan yang menimbun badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung–Bukittinggi di kawasan Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Kapolres Agam AKBP Muari mengatakan empat alat berat yang diturunkan terdiri atas tiga unit excavator dan satu unit loader.

Advertisement

“Dua unit alat berat difokuskan untuk membersihkan material yang menyumbat kolong jembatan di Sungai Muaro Pisang, Pasar Maninjau, sedangkan dua unit lainnya membersihkan material yang menimbun badan jalan,” kata Muari di Lubukbasung, Minggu.

Ia menjelaskan, pembersihan kolong jembatan bertujuan agar aliran air kembali lancar sehingga material pasir dan bebatuan tidak meluap ke atas jembatan maupun badan jalan.

“Jika kolong jembatan tidak tersumbat, air dan material bisa mengalir di bawah jembatan, bukan meluap ke jalan yang menyebabkan akses Lubuk Basung–Bukittinggi kembali tertimbun,” ujarnya.

Namun demikian, Muari mengingatkan masih terdapat sejumlah kantong material longsor di bagian hulu sungai yang belum terbuka. Kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir bandang apabila curah hujan tinggi.

“Hal ini sempat terjadi saat alat berat bekerja pada Minggu (28/12), ketika material kembali menimbun badan jalan akibat hujan,” katanya.

Ia mengimbau para pengendara dan warga yang bermukim di sekitar aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras. Warga yang masih tinggal di lokasi rawan diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara pengendara disarankan tidak melintasi ruas jalan tersebut.

“Langkah ini untuk meminimalisir risiko korban jiwa, mengingat arus sungai cukup deras dan material bebatuan masih banyak yang berpotensi turun,” katanya. (rdr/ant)