AGAM

Masih Suasana Bencana, Satpol PP Damkar Agam Batalkan Live Musik di Ampek Nagari

2
×

Masih Suasana Bencana, Satpol PP Damkar Agam Batalkan Live Musik di Ampek Nagari

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi live musik. ((Shutterstock)

LUBUKBASUNG, RADARSUMBAR.COM – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menggagalkan rencana hiburan pemuda bertajuk live music yang akan digelar di Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Jumat (26/12) malam.

Kepala Satpol PP Damkar Agam, Fauzi, mengatakan pihaknya bersama pemerintah nagari setempat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas mendatangi panitia serta pemilik organ tunggal sebelum kegiatan dimulai.

Advertisement

“Kami mengimbau panitia dan pemilik organ tunggal untuk tidak mengadakan kegiatan tersebut, mengingat saat ini masih dalam suasana bencana,” kata Fauzi di Lubuk Basung, Sabtu, didampingi Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Damkar Agam, Yul Akmar.

Ia menjelaskan, panitia dan pemilik organ tunggal bersikap kooperatif sehingga hiburan live music tersebut akhirnya dibatalkan.

Sebelumnya, Satpol PP Damkar Agam menerima informasi terkait beredarnya selebaran rencana hiburan live music di wilayah Bawan, Kecamatan Ampek Nagari. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas langsung berkoordinasi dan mendatangi pihak terkait.

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas imbauan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Kapolri yang meminta seluruh pihak meniadakan kegiatan hiburan sebagai bentuk empati atas musibah bencana di Sumatera. Selain itu, Bupati Agam juga menginstruksikan agar tidak menggelar hiburan organ tunggal maupun kegiatan sejenis selama daerah tersebut masih dilanda bencana.

“Kami akan meningkatkan pengawasan agar tidak ada kegiatan hiburan yang terlaksana selama Agam masih dalam kondisi berduka,” ujar Fauzi.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam mengakibatkan 163 orang meninggal dunia, tersebar di Kecamatan Malalak 14 orang, Palupuh satu orang, Matur satu orang, Tanjung Raya 10 orang, Ampek Nagari satu orang, dan Palembayan 136 orang.

Selain itu, 38 orang dilaporkan hilang, masing-masing di Kecamatan Malalak tiga orang, Tanjung Raya dua orang, Lubuk Basung satu orang, dan Palembayan 32 orang. Pencarian korban hilang secara resmi dihentikan pada Senin (22/12) setelah adanya persetujuan dari para ahli waris.

Bencana banjir bandang, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung juga menyebabkan 26 orang terisolir, 3.919 warga mengungsi, serta ribuan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan. (rdr/ant)