PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, mengungkapkan kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di daerah tersebut mengalami penurunan drastis akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah itu dan sekitarnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi mengatakan, jumlah wisatawan yang sebelumnya mencapai ribuan orang setiap akhir pekan kini merosot menjadi hanya puluhan orang.
“Dalam dua pekan terakhir kami kembali menerapkan pemungutan retribusi masuk objek wisata, namun kunjungan wisatawan turun jauh dibandingkan sebelum terjadi cuaca ekstrem,” kata Ferialdi di Pariaman, Kamis.
Ia menjelaskan, sebelum cuaca ekstrem terjadi pada akhir November lalu, wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara rutin mengunjungi objek wisata di Pariaman setiap akhir pekan.
Namun bencana yang dipicu cuaca ekstrem tersebut menyebabkan banjir di sejumlah daerah serta memutus akses jalan di berbagai titik di Sumatera Barat, sehingga berdampak besar terhadap sektor pariwisata Pariaman yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah berjuluk Kota Tabuik itu.
Menurut Ferialdi, pada kondisi normal kunjungan wisatawan setiap Sabtu berkisar 800 hingga 1.000 orang dengan pendapatan retribusi sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta. Sementara pada Minggu, jumlah kunjungan bisa mencapai 1.400 hingga 2.000 orang dengan pendapatan Rp7 juta hingga Rp10 juta.
“Namun akibat cuaca ekstrem, penerimaan retribusi pariwisata pada Sabtu dan Minggu kini hanya sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada Minggu lalu jumlah wisatawan yang tercatat berkunjung hanya 53 orang dan sebagian besar datang menggunakan kereta api.
Ferialdi mengatakan, selama masa tanggap darurat bencana, Pemkot Pariaman tidak memungut retribusi masuk objek wisata karena rendahnya kunjungan serta masih terjadinya banjir di sejumlah lokasi.
Seiring kondisi cuaca yang mulai membaik, sejak dua pekan terakhir Pemkot Pariaman kembali memberlakukan retribusi masuk objek wisata, meskipun hujan masih sesekali mengguyur wilayah tersebut.
Pemerintah kota berharap cuaca segera kembali normal dan akses jalan pulih sepenuhnya, mengingat penurunan kunjungan wisatawan tidak hanya berdampak pada pendapatan daerah, tetapi juga pada perekonomian warga yang bergantung pada sektor pariwisata. (rdr/ant)







