PARIAMAN, RADARSUMBAR.COM – Ikan hasil restocking yang disebar di sejumlah aliran sungai di Kota Pariaman, Sumatera Barat, dilaporkan hanyut atau hilang akibat banjir yang terjadi saat bencana hidrometeorologi pada akhir November lalu.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman Marlina Sepa mengatakan seluruh ikan yang ditebar di sungai-sungai restocking terdampak banjir.
“Ikan-ikan di seluruh sungai restocking kita hanyut,” ujar Marlina di Pariaman, Kamis.
Ia menjelaskan lokasi restocking tersebar di sejumlah desa dan kelurahan, dengan pengawasan dilakukan oleh kelompok masyarakat setempat. Adapun wilayah tersebut meliputi Desa Cimparuh, Pauh Timur, Alai Gelombang, Sungai Sirah, Sungai Pasak, Kampuang Gadang, Bunga Tanjung, Bato, Air Santok, serta Kelurahan Jawi Jawi II.
Ikan-ikan tersebut sebelumnya ditebar di perairan umum yang melintasi desa dan kelurahan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan, pendapatan masyarakat, menjaga kelestarian ikan lokal, serta kebersihan sungai.
Marlina menyebutkan perkiraan ikan yang hanyut mencapai belasan ton dengan potensi kerugian hingga ratusan juta rupiah.
“Hal ini telah kami laporkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” katanya.
Ia menambahkan KKP melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam telah meninjau langsung dampak bencana terhadap sektor perikanan di Pariaman pada awal Desember lalu.
Pemerintah Kota Pariaman juga telah mengajukan permohonan kepada KKP untuk kembali membantu pengisian sungai-sungai restocking dengan bibit ikan lokal guna mendukung ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat.
Diketahui, Kota Pariaman merupakan salah satu daerah di Sumatera Barat yang terdampak cuaca ekstrem pada periode 21–28 November. Pemerintah kota mencatat banjir terjadi di 121 titik, longsor di enam lokasi, serta puluhan pohon tumbang.
Selain itu, lima ruas jalan dilaporkan amblas, satu jembatan rusak, 45 unit sekolah terdampak, dan sejumlah dinding penahan sungai mengalami kerusakan. Banjir juga merendam sekitar 25 hektare ladang dan ratusan hektare lahan sawah. (rdr/ant)







